Halaman

Kamis, 26 Maret 2020

JELAJAH KEPALA SEKOLAH PRESTASI (2)



Dra. Hj. Rohani Cahyaning Pratiwi, M.Pd. Kepala SMAN 1 Balen (Oktober 2015 - Sekarang)
Oleh: Marjuki

SMAN 1 Balen merupakan sekolah yang tidak berada di tengah kota Bojonegoro dikenal dengan sekolah pinggiran. Istilah sekolah pinggiran nampaknya tidak bisa dihindari selain tempatnya memang dipinggir kota juga hal lain. Saat ini masyarakat menganggap sekolah nomor sekian, tidak difavoritkan. Dampak dari sekolah tidak favorit, jumlah muridnya hanya 15 rombel termasuk kelas kurus. Pagunya setiap kelas tidak pernah terpenuhi.

SMAN 1 Balen setelah dipimpin oleh ibunda cantik, Dra. Hj. Rohani Cahyaning Pratiwi, M.Pd menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan. Tahun pertama, kuota PPDB 5 rombel kl X langsung terpenuhi di hari kedua saat pendaftaran. Tahun kedua PPDB mendapat 6 rombel yang terpenuhi pagunya. Tahun ketiga ada peningkatan lagi, sehingga jumlah kelasnya meningkat menjadi 17 rombel dan termasuk kelas gemuk.

Peningkatan rombel tersebut dipicu oleh beberapa hal, salah satunya adalah prestasi peserta didiknya. Peserta didik SMAN 1 Balen setelah dipimpin oleh Bu Cahya, meraih prestasi berbagai macam lomba, antara lain; Karya Tulis Ilmiah (KTI), Pramuka, PMR, Gerak Jalan, OSK, Silat, Hasta Karya, dan Hidroponik. Dengan prestasi peserta didiknya dapat memicu kepercayaan masyarakat sekitarnya untuk menyekolah putra-putrinya di SMAN 1 Balen.

SMAN 1 Balen termasuk sekolah yang lolos Adhiwiyata Kabupaten Bojonegoro. Kondisi awal, sekolah seperti rawa, sering kebanjiran, kumuh dan tampak kurang terawatt. Sekarang sudah banyak taman, kolam hias yang cantik, kolam ikan yang produktif. Dengan modal tersebut, SMAN 1 Balen siap menuju Adhiwiyata Provinsi. Ternyata sudah lolos administrasi dan sedang menunggu jadwal visitasi.

Kepala sekolah setelah membaca potensi sekolahnya dengan menggunakan analisis SWOT, akhirnya tahu kekuatan, kelemahan, peluang, dan kendalanya. Sebagai kepala sekolah baru harus selalu berinovasi untuk keluar dari segala kesulitannya. Keterbatasan sarpras bukan membuat kecil nyalinya, melainkan harus terus berjuang mewujudkan visinya. Salah satu cara yang dilakukan untuk mengatasi keterbatasan sarpras dengan aktif melakukan pendekatan ke Pemerintah Pusat, Provinsi, dan masyarakat yang berkecukupan untuk dapat mewujudkan tersedianya sarpras. Walhasil, dalam tiga tahun ada penambahan 3 ruang kelas baru (RKB), 3 lab computer lengkap dengan isinya, perluasan mushollah, tersedianya laprangan olahraga, revitasilisasi fungsi 2 ruang kelas yang mati (rusak berat), dan merehab 11 ruang rusak sedang.

Upaya kepala sekolah untuk mendongkrak popularitas SMAN 1 Balen melalaui peningkatan mutu peserta didik dan layanannya. Siswa kelas XII dipacu motivasinya agar mengembangkan studinya sampai pada tingkat yang lebih tinggi. Salah satu cara selain meningkatakan mutu pembelajaran juga difasilitasi studi kampus. Sutdi kampus untuk mendekatkan peserta didik dengan kampus, diharapkan mampu meningkatan minat belajar dan tekad untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN). SMAN 1 Balen sering mendatangkan Tokoh sukses dari keluarga miskin. Pada umumnya peserta yang tidak kuliah karena rata-rata orang tuanya miskin. Dengan kegiatan tersebut dapat memotivasi belajar anak kelas XII dan orang tuanya.

Program pengumpulan infaq untuk mensubsidi peserta didik miskin yang diteriman di PTN, untuk membiayai UKT awal, biaya kos, maupun uang saku sesuai dengan tingkat kesulitannya.  Membantu anak miskin yang kekurangan biaya pendidikan dengan pemngumpulan infaq. Upaya ini berhasil meningkatkan jumlah peserta didik yang diterima di PTN secara signifikan.

Kepala SMAN 1 Balen pandai membangun jaringan. Sekalipun padat kegiatan di sekolahnya masih menyempatkan sediri mengabdikan diri sebagai Sekretaris II Pengurus Wilayah (PW) Ikatan Guru Indonesia  (IGI). Dengan aktif di Organisasi Profesional (Orprof) IGI Jawa Timur, jaringannya makin luas. Kesempatan dalam jaringan dimanfaatkan untuk memviruskan peningkatan kompetensi guru secara luas di Jawa Timur. Dalam komunitas belajar IGI Jawa Timur dapat membantu memecahkan kesulitan guru dan dapat mendapat infromasi yang tidak terbatas untuk peningkatan kompetensi dirinya sebaga kepala sekolah dan peningkatan mutu sekolahnya.

Upaya cerdas SMAN 1 Balen tidak terlepas dari prestasi kepala SMAN 1 Balen. Sewaktu menjadi guru sudah meraih Juara I Gupres Kabupaten Bojonegoro dan Juara III Provinsi. Juara I OGN Kimia Tingkat Kabupaten. UKG pertama peringkat 2 tertinggi se kabupaten. UKG kedua peringkat 1 untuk mapel Kimia se kabupaten dan terpilih sebagai Instruktur Nasional SIM PKB Kimia. Juara I Kepala Sekolah Prestasi jenjang SMA se Kabupaten Bojonegoro, masuk 10 Besar Kepala Sekolah Prestasi Provinsi Jawa Timur dan merupakan satu-satunya wanita.

Prestasi kepala sekolah berdapak linier terhadap prestasi sekoah yang dipimpinnya. Hal itu juga tidak terlepas dari dukungan stakeholdernya. Langkah awal yang dilakukan kepala sekolah adalah meyakinkan seluruh warga bahkan masyarakat sekitar agar memiliki “Trust” yang tinggi ke SMAN 1 Balen. Beberapa indicator keberhasilan SMAN 1 Balen, antara lain; meningkatnya jumlah siswa, peningkatan sarpras, meningkatnya disiplin peserta didik dan guru, meningkatnya prestasi non akademik peserta didik, meningikatnya jumlah peserta didik yang di terima di PTN dan PTS, dan meningkatnya kesejahteraan guru. Semoga dapat menginspirasi. Sukses Bunda Rohani Cahyaningtyas Pratiwi,

Surabaya, 28 Februari 2019
To Be Continued

BELAJAR DARI KEHIDUPAN


BELAJAR DARI KEHIDUPAN
Oleh: Marjuki

Awal bulan telah kurancang
Merespon pinta untuk bertandang
Kukemas pola dan model pelatihan
Siap meluncur hingga berbulan

Ternyata,
semua tinggal impian
Hadirmu membuyarkan asa
Memporak-porandakan denyut sendi
Tak satu pun yang dapat menduga
Gemuruhmu mengusik negeri terperi

Kau datang tanpa raga, rasa, dan kata
Menyusup berkeliaran merenggut nyawa
Kami tercekam dalam kecemasan
Sungguh dampakmu terpampang nyata
Mengubah setiap hiruk-pikuk menjadi kesunyian
Menghentikan kesibukan menjadi kesenyapan

Covid 19,
Bolehkah aku bertanya
Mengapa hadirmu tanpa bicara
Bahkan jejak pun sulit dibaca
Menjadikan kami banyak prasangka
Berkelimpungan saling curiga
Sungguh membuat kami tak berdaya  

Aku tak berucap kau tega
Terlebih menuduhmu semena-mena
Karna kuyakin, kau sengaja digerakkan
Tuk mengemban misi mulia
Menyampaikan butiran kasih Sang Khalik

Sejatinya kau dan aku sama
Sebagai makhluk ciptaan-Nya
Bedanya kau ada tanpa dosa
Sedang aku, sering membuat dunia merana

Dalam diam aku belajar tentang kehidupan
Setiap pesan cinta-Nya membawa hikmah
Untuk insan jalang nan arogan
Yang sering bertopeng tebal ala badut jalanan

Akhirnya...,
Dalam kesadaran aku menengadah
Memohon ampunan atas semua noktah
Atas semua cerita yang tidak indah
Berharap  dan bersandar hanya pada-Nya 
Menapak jalan amanah sepanjang zaman

Gresik, 24 Maret 2020


Selasa, 24 Maret 2020

BELAJAR DARI KEHIDUPAN



Awal bulan telah kurancang
Merespon pinta untuk bertandang
Kukemas pola dan model pelatihan
Siap meluncur hingga berbulan

Ternyata,
semua tinggal impian
Hadirmu membuyarkan asa
Memporak-porandakan denyut sendi
Tak satu pun yang dapat menduga
Gemuruhmu mengusik negeri terperi

Kau datang tanpa raga, rasa, dan kata.
Menyusup berkeliaran merenggut nyawa
Kami tercekam dalam kecemasan
Sungguh dampakmu terpampang nyata
Mengubah setiap hiruk-pikuk menjadi kesunyian
Menghentikan kesibukan menjadi kesenyapan

Covid 19,
Bolehkah aku bertanya
Mengapa hadirmu tanpa bicara
Bahkan jejak pun sulit dibaca
Menjadikan kami banyak prasangka
Berkelimpungan saling curiga
Sungguh membuat kami tak berdaya

Aku tak berucap kau tega
Terlebih menuduhmu semena-mena
Karna kuyakin, kau sengaja digerakkan
Tuk mengemban misi mulia
Menyampaikan butiran kasih Sang Khalik

Sejatinya kau dan aku sama
Sebagai makhluk ciptaan-Nya
Bedanya kau ada tanpa dosa
Sedang aku, sering membuat dunia merana

Dalam diam aku belajar tentang kehidupan
Setiap pesan cinta-Nya membawa hikmah
Untuk insan jalang nan arogan
Yang sering bertopeng tebal ala badut jalanan

Akhirnya...,
Dalam kesadaran kami menengadah
Memohon ampunan atas semua noktah
Atas semua cerita yang tidak indah
Berharap dan bersandar hanya pada-Nya
Menapak jalan amanah sepanjang zaman

Gresik, 24 Maret 2020Salam Literasi


BELAJAR DARI KEHIDUPAN


*BELAJAR DARI KEHIDUPAN*
Edisi: Pertama
Oleh: Marjuki

Awal bulan telah kurancang
Merespon pinta untuk bertandang

Kukemas pola dan model pelatihan
Siap meluncur hingga berbulan

Ternyata,
semua tinggal impian
Hadirmu membuyarkan asa
Memporak-porandakan denyut sendi
Tak satu pun yang dapat menduga
Gemuruhmu mengusik negeri terperi

Kau datang tanpa raga, rasa, dan kata.
Menyusup berkeliaran merenggut nyawa
Kami tercekam dalam kecemasan
Sungguh dampakmu terpampang nyata
Mengubah setiap hiruk-pikuk menjadi kesunyian
Menghentikan kesibukan menjadi kesenyapan

Covid 19,
Bolehkah aku bertanya
Mengapa hadirmu tanpa bicara
Bahkan jejak pun sulit dibaca
Menjadikan kami banyak prasangka
Berkelimpungan saling curiga
Sungguh membuat kami tak berdaya

Aku tak berucap kau tega
Terlebih menuduhmu semena-mena
Karna kuyakin, kau sengaja digerakkan
Tuk mengemban misi mulia
Menyampaikan butiran kasih Sang Khalik

Sejatinya kau dan aku sama
Sebagai makhluk ciptaan-Nya
Bedanya kau ada tanpa dosa
Sedang aku, sering membuat dunia merana

Dalam diam aku belajar tentang kehidupan
Setiap pesan cinta-Nya membawa hikmah
Untuk insan jalang nan arogan
Yang sering bertopeng tebal ala badut jalanan

Akhirnya...,
Dalam kesadaran kami menengadah
Memohon ampunan atas semua noktah
Atas semua cerita yang tidak indah
Berharap dan bersandar hanya pada-Nya
Menapak jalan amanah sepanjang zaman

Gresik, 24 Maret 2020
Salam Literasi


Senin, 06 Mei 2019

MENGIKUTI PELATIHAN ONLINE VCT 3 JATIM

Saya tidak membayangkan sebelumnya jika dapat mengikuti pelatihan online VCT 3 Jwa Timur. Kegiatan yang luar biasa ini dipandu oleh Instruktur hebat yang familier dengan Informasi Teknologi (IT). Mereka dengan gigih, sabar, dan telaten membimbing saya.

Suatu keberkahan bisa berlatih yang difasilitasi oleh SEAMEO,- SEAMOLEC. Kegiatan bergensi ini telah memberikan pengalaman yang luar biasa. Melalui kesabaran akhirnya saya bisa berlatih menjadi Peserta yang aktif. Menjadi Peserta yang aktif memerlukan tekad yang tinggi, mengingat godaan dan gangguan tidak ringan. Banyak kesibukan yang menghadang, tetapi dengan tekad yang kuat semua bisa dilalaui dengan baik.

Menjadi Moderator yang mumpuni. Dalam pelatihan ini, saya tidak menyangka dapat dipilih menjadi moderator. Moderator bertugas memoderasi pelatihan. Jalan diskusi menjadi efektif atau tidak sangat ditentukan oleh moderator. Oleh karena itu tugas moderator menjadi penentu kesuksesasan pelatihan.

Menjadi Presenter yang mumpuni. Presenter atau penyaji dalam pelatihan ini sangat ditunggu kehadirannya. Kemampuan menyajikan materi menjadi ukuran kesuksesan. Seberapa besar kesuksesannya juga menjadi ukuran kualitas pelatihan. Kemampuan presenter menjadi key point kualitas pelatihan. Oleh karena itu, presenter berusaha untuk menjadi penyaji yang terbaik. 

Penyaji yang terbaik diharapkan mampu membuat beberapa perubahan. Perubahan yang diharapkan, antara lain; (i) meningkatkan kompetensi yang dilatih, (ii) meningkatkan komitmen yang dilatih, (iii) menimgkatkan rasa memiliki disilpin ilmu yang dilatih, (iv) menumbuhkembangkan budaya literasi, dan (v) mampu mengubah mindset peserta yang dilatih.

semoga bermanfaat

Sabtu, 23 Juni 2018

MENAKAR KEBERHASILAN IBADAH DI BULAN RAMADHAN

Serial 2: Senang Membaca Al Qu’an

 Oleh: Marjuki
Widyaiswara LPMP dan Ketua IGI Jawa Timur

Bulan ramadhan merupakan bulan service jiwa raga. mengapa demikian? Kita biasanya makan minum dan melakukan apa saja bebas tanpa batasan dan aturan yang ketat. Akan tetapi sejak tanggal 1 bulan ramadhan sudah mulai mengikuti aturan yang berlaku. Dalam bulan yang penuh barakah ini semua amalan ada konsekuensi yang berlipat. Oleh karena setiap orang akan berupaya keras untuk mendapatkan yang terbaik dan terbanyak. Semua amalan yang baik akan dilipatgandakan pahala atau kebaiknnya.

Namun demikian, apakah semua manusia tertarik dengan tawaran diobral pahala tersebut? Jika tertarik tentu saja tidak akan dijumpai kriminalitas di bulan ramadhan. Tidak ada lagi yang meninggalkan sholat, meninggalkan puasa. Ternyata masih bayak warung kikil, yaitu warung yang hanya tampak kaki pembeli menikmati menu yang ada. Masih banyak muslim tanpa malu-malu makan sambil berjalan-jalan di tempat umum. Masih banyak yang merokok di kendaraan angkot, merokok di warung-warung kopi pada siang hari.

Hanya sedikit yang mau memanfaatkan momen ramadhan untuk menata ulang jiwa raga yang selama ini banyak berkelepotan dosa. Salah satunya dengan membiasakan membaca Al Qur’an setiap saat. Mengapa membaca Al Qur’an? Bulan Ramadhan merupakan bulan Al-Qur`an. Pada bulan inilah Al-Qur`an diturunkan oleh Allah SWT, sebagaimana dalam firman-Nya. “bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur`an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu, dan pembeda (antara yang haq dan yang bathil).” [Al-Baqarah : 185]. Di antara amal ibadah yang sangat ditekankan untuk diperbanyak pada bulan Ramadhan adalah membaca (tilawah) Al-Qur`anul Karim.  Bulan Ramadhan menjadi kesempatan untuk memperbanyak membaca Al-Qur’an.  


Membaca Al-Qur’an menjadi keharusan, sebagaimana sabda Rasulullah SAW. Dari shahabat Abu Umamah Al-Bahili radhiallahu ‘anhu : Saya mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Bacalah oleh kalian Al-Qur`an. Karena ia (Al-Qur`an) akan datang pada Hari Kiamat kelak sebagai pemberi syafa’at bagi orang-orang yang rajin membacanya.” [HR. Muslim 804]
Nabi Muhammad Saw. memerintahkan untuk membaca Al-Qur`an yang bersifat mutlak. Membaca Al-Qur`an diperintahkan pada setiap waktu dan setiap kesempatan. Lebih ditekankan lagi pada bulan Ramadhan. Nanti pada hari Kiamat, Allah subhanahu wata’ala akan menjadikan pahala membaca Al-Qur`an sebagai sesuatu yang berdiri sendiri, datang memberikan syafa’at dengan seizin Allah kepada orang yang rajin membacanya. Tentu saja dalam hal ini tidak hanya membaca dan menghafal. Melainkan memaknai dengan baik dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.


Memperbanyak membaca Al Qur’an ini dikenal dengan istilah”Nderes Al Qur’an.” Nderes Al Qur’an dapat dilakukan setiap selesai sholat wajib lima waktu. Kadang ditambah habis sholat dhuhah.  Yang paling sering dilakukan secara serempak dimana pun adalah setelah sholat tarawih yang dikenal dengan istilah “Darusan.” Secara bergantian ada yang membaca dan ada yang menyimak. Kegiatan ini sangat bagus untuk pembelajaran bersama. Saling belajar membaca dengan tartil dan saling koreksi. Kebiasaan ini dapat membentuk komunitas belajar (learning community). Jika pesertanya banyak dibentuk grup-grup darusan. Minimal ada grup laki-laki dan ada grup wanita. Cara membaca waktunya bersama di satu tempat. Bisa juga dibaca apa waktu yang beda. Misalnya grup laki-laki membaca saat malam habis terawih. Grup perempuan membaca habis shubuh, dan seterusnya.

Bagi yang sudah memulai membaca Al Qur’an merasa ada kenikmatan tersendiri. Awal membaca tentunya berat. Mau membuka Al Qur’an masih menyempatkan buka Whatssap (WA). Setelah dilihat kok banyak pesan yang belum dibuka. Bahkan sampai ratusan pesan. Mau tidak dibaca tetapi mencoba grup mana yang dianggap penting. Pesannya harus dibaca setiap saat. Ketemu grup yang penting, ternyata pesannya banyak dan minta dibaca. Jika tidak dibaca tanda merahnya memanggil-manggil untuk segera dibaca. Dibaca satu, kok penting, berikutnya juga penting. Akhirnya semua harus dibaca. Tidak terasa sudah satu jam terlewatkan. Mau membaca wudhunya sudah batal. Akhirnya menunda tidak membaca dulu. Mendunda membaca Al Qur’an menjadi keterusan.

Stop!!! Berhenti membaca WA. Hari ini harus membaca Al Qur’an dulu. Membaca satu ayat rasanya tidak lancar. Lanjut ayat berikutnya juga belum lancar. Berikutnya lagi mulai lancar dan seterusnya menjadi lancar. Perasaan enak membaca Al Qur’an menjadi energi baru untuk meneruskan membaca berikutnya. Energi ini membuat betah membaca bahkan bisa ketagihan. Dari ketagiah membaca ini akan menjadi nikmat yang besar bagi pembaca dan penghafal Al Qur’an. Sebagaimana Hadis Nabi Muhammad SAW. Nikmat mampu menghafal Al Qur’an sama dengan nikmat kenabian, bedanya ia tidak mendapatkan wahyu, “Barangsiapa yang membaca (hafal) Al Quran, maka sungguh dirinya telah menaiki derajat kenabian, hanya saja tidak diwahyukan padanya.” (HR. Hakim). Sungguh luar biasa nikmat bagi pembaca dan penghafal Al Qur’an. Masihkan kita bermalas-masalan membaca Al Qur’an? Jika kita belum hafal dan keranjingan membaca Al Qur’an, paling tidak kita merasa senang membaca Al Qur’an pasca ramadhan. Semoga kita mendapat hidayah dan pertolongan Allah agar senang membaca Al Qur’an. Aamiiin.

Gresik, 23 Juni 2018

To be continued.

MENAKAR KEBERHASILAN IBADAH RAMADHAN


Serial Pertama (1): Aktif Berjamaah

Oleh: Marjuki
Widyaiswara LPMP dan Ketua IGI Jawa Timur

Banyak yang dapat kita urai untuk menakar apakah puasa kita, ibadah kita selama bulan ramadhan diterima atau tidak? Pertanyaan ini yang bisa menjawab hanyalah diri kita masing-masing. Ini adalah pertanyaan sangat individual. Orang lain tidak akan tahu, andaikan ada merasa merasa tahu, itu karena sok tahu. Diri sendirilah yang paling bisa menakar keberhasilannya.

Mengapa hal ini perlu kita lakukan? Kita belajar muhasabah. Kita diberi akal pikiran untuk mencoba menghitung dampak dari amal kita sendiri selama bulan ramadhan. Kita jangan sampai termasuk orang yang merugi. Bulan ramadhan dibilang bulan kawah candradimuka. Bulan penggemblengan. Bagaimana hasilnya? Mungkin kita tidak tahu persis hanya Allah SWT yang paling, tahu karena Allah Maha Tahu. Paling tidak kita bisa melihat dampak dari penggemblengan tersebut. Banyak prilaku kita yang dapat dijadikan penanda (indicator) keberhasilan saat berlatih di kawah candradimuka bulan ramadhan.

Selama bulan ramadhan kita semangat beribadah. Dengan harapan kita dapat meningkatkannya di bulan yang mulia ini. Kita abaikan rasa lapar. Kita abaikan rasa haus. Kita abaikan rasa kantuk. Kita berburu beramal sholih untuk mencari keridhoan Allah SWT. Kita tidak peduli pagi, siang, sore, malam, bahkan dini hari. Yang penting tenaga, pikiran, harta untuk perjuangan di jalan Allah. Semua diniatkan lillahi ta’ala (karena Allah semata). Bukan untuk orang lain (pamrih manusia). Semua orang berlomba dengan cara sendiri mencari ridlo-Nya di bulan pemuh berkah.

Dalam bulan ramadhan kita semangat sholat berjamaah. Jika sampai di masjid lebih awal merasa senang. Merasa senang karena bisa sholat tahiyatal masjid, bisa ‘itikaf, bisa sholat sunnah rawatif. Datang di masjid minimal sebelum Imam bertakbir. Hal ini dilaksanakan sedapat mungkin di tengah kesibukan kerja. Lebih-lebih sebagai Aparatul Sipil Negara (ASN). Dalam kepadatan pekerjaan masih bisa sholat berjamaah. Hal ini merupakan prestasi yang luar biasa. Merupakan perjuangan yang tidak mudah, memerlukan kerja keras, kerja ikhlas, dan keputusan yang tepat untuk bisa menyempatlkan sholat berjamaah. Terdengan suara adzan langsung bergegas mengambil air wudhu bukan sebaliknya.

Kadang timbul pertanyaan. Mengapa ibadah termasuk sholat di bulan ramadhan terasa ringan dan menyenangkan? Jawabannya tidak selalu sama. Setiap individu jawabannya bisa berbeda-beda. Mereka  memiliki alasan tersendiri sampai bisa sholat berjamaah dengan ringan dan senang. Bisa jadi karena motivasi pahala. Jika ibadah sunnah diberi pahala seperti ibadah wajib. Apalagi yang wajib pasti lebih besar lagi. Mungkin juga saat beribadah merasa dilihat Allah sehingga bersungguh-sungguh. Ada juga saat sholat merasa bisa berkomunikasi dengan Allah SWT. Hal ini merupakan alasan yang luar biasa. Apa pun yang dilakukan demi mencari ridlo Allah SWT. Alasan yang luar biasa tersebut membuat mereka semangat dan senang sholat berjamaah.


Jika pembiasaan sholat berjamaah berhasil tentu saja akan membentuk karakter yang kuat. Karakter kuat ini menjadi energy positif untuk beribadah setelah bulan ramadhan. Hal inilah yang akan kita perjuangkan. Mampukah kita mempertahankan kebiasaan yang baik selama bulan ramadhan untuk diimplementasikan di bulan-bulan berikutnya? Imam Bukhari rahimahullah meriwayatkan di dalam Shahihnya,”Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya, ‘Amal apakah yang paling dicintai Allah?’. Maka beliau menjawab,”Yaitu yang paling kontinyu, meskipun hanya sedikit.” Beliau juga bersabda, “Bebanilah diri kalian dengan amal-amal yang mampu untuk kalian kerjakan.” (HR. Bukhari dalam Kitab ar-Riqaq).


Melihat hadits tersebut jelas bahwa Allah SWT sangat menyukai amal ibadah yang dilaksanakan secara kontinyu secara istiqamah walapun sedikit. Ibadah apa pun yang kita kerjakan walaupun tidak banyak tetapi secara istiqamah, amal ini paling disukai Allah SWT. Misalnya selama bulan ramadhan kita rajin sholat dhuhah dua rakaat. Kita sholat witir tiga rakaat, sholat rawatib dua rakaat. Pertanyaannya, mampukah kita menjaga, memelihara ibadah kita yang sedikit rakaatnya secara istiqamah di bulan berikutnya? Hanya kita yang dapat menjawabnya.

Gresik, 23 Juni 2018
To be continued