Halaman

Senin, 08 Juni 2020

EMBUN PAGI MERINDU

Kubuka jendela menganga
Angin semilir membisik telinga
Membawa khabar gembira
Bertalu-talu suara menggugah rasa

Ku rasakan aroma pagi nan sendu
Desiran angin menyentuh kalbu
Merengkuh hasrat mendayu-dayu
Senyummu merajuk pembuluh rindu


(Mas Marjuki)

Rabu, 03 Juni 2020

TIADA YANG TERSISA

Aku tidak pernah membuat telingaku dapat mendengar
Aku tidak merasa membuat mataku dapat melihat
Aku tidak juga mengaku diriku tenar
Aku tidak menunjukkan diriku kuat

Rizqiku dalam dalam qodo qodar-Nya
Jodohku dalam kasih sayang-Nya
Sukmaku dalam kuasa-Nya
Diriku bukan siapa-siapa
Semua tiada yang tersisa
Diriku hanya milik-Nya

Gresik, 03 Juni 2020

Marjuki

# Salam Literasi
# Salam Lembayung Rindu

Rabu, 22 April 2020

MENAPAK JEJAK SEPENGGAL ESAI PERJALANAN SANG WIDYAISWARA


BUKU BEST SELLER
LET'S CHANGE FOR BETTER GENERATIONS
Simak rekam jejak pemahat cita
Geliat sepak terjang Widyaiswara
Ketwil IGI Jawa Timur jabatannya
kepingan asa bergelayut meronta
Datang tak disangka merajut pinta
Sahabat pena menuturkan cerita
Untaian kata mengikat makna
Satu per satu mulai bicara
Rendah hati tak bersuara
Aura senyummu berasa
Rona buku sang idola
Kisahmu bak Corona
Kagum inspirasinya
Pembaca terkesima
Karya unik se isinya
Ringan dibawa
Enak dibaca
Walau tak tahu cara bertutur cerita
Tanpa teori tanpa bertata bahasa
Mulai menulis apa yang dirasa
Rengkuh data dengan mata
Merajut kisah Widyaiswara
Mulai dari hal sederhana
Sari kehidupan tertata
Perjalanan tanpa sia
Bersyukur ridho-Nya
Niatkan untuk Nya
Ikhlas kodrat-Nya
Pundi ibadahnya
Amal jariyah
Tujuannya

SUKMAMU PELANTUN RINDU





Tatapmu tlah memanggilku
Mengais motif  terdalamku
Walau tak jabat tanganku
Genggaman sukmamu
Merangkul, merengkuh
Mengayuh, merajut
Tuk lakukan sesuatu

Sukmamu menderaku
Memicu, memacuku
Beratu bela bangsamu

Kau khawatirkan peradaban
Kau pikirkan jalan keluar
Kau tak hiraukan rintangan
Kau kesampingkan ancaman
Kau inginkan peradaban

Kini nusantaramu meradang
Bangsamu dalam kekarutan
Rakyatmu dalam kepanikan
Negaramu dalam ujian Tuhan
Corona datang tak mau pulang
Kini sukmamu bertebaran
Memanggil relawan kemanusiaan
Siap meregang nyawa tak pedulikan
Kau contohkan bagaimana berjuang

Kau sematkan kisahmu dalam tulisan
kau lejitkan semangat dalam ejaan

Wanita lemah itu dulu
Wanita dijajah pria itu dulu
Wanita konco ing wingking itu dulu
Wanita dari kasur sumur dapur itu dulu
Wanita suwargo nunut neroko katut itu dulu

Kau bangkitkan emansipasimu
Kau lejitkan geloramu
Kau ledakkan hasratmu
Kau inspirasikan masa depanmu     
Sukmamu tlah memanggil rinduku  
            
 Gresik, 21 April 2020


Kamis, 26 Maret 2020

JELAJAH KEPALA SEKOLAH PRESTASI (2)



Dra. Hj. Rohani Cahyaning Pratiwi, M.Pd. Kepala SMAN 1 Balen (Oktober 2015 - Sekarang)
Oleh: Marjuki

SMAN 1 Balen merupakan sekolah yang tidak berada di tengah kota Bojonegoro dikenal dengan sekolah pinggiran. Istilah sekolah pinggiran nampaknya tidak bisa dihindari selain tempatnya memang dipinggir kota juga hal lain. Saat ini masyarakat menganggap sekolah nomor sekian, tidak difavoritkan. Dampak dari sekolah tidak favorit, jumlah muridnya hanya 15 rombel termasuk kelas kurus. Pagunya setiap kelas tidak pernah terpenuhi.

SMAN 1 Balen setelah dipimpin oleh ibunda cantik, Dra. Hj. Rohani Cahyaning Pratiwi, M.Pd menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan. Tahun pertama, kuota PPDB 5 rombel kl X langsung terpenuhi di hari kedua saat pendaftaran. Tahun kedua PPDB mendapat 6 rombel yang terpenuhi pagunya. Tahun ketiga ada peningkatan lagi, sehingga jumlah kelasnya meningkat menjadi 17 rombel dan termasuk kelas gemuk.

Peningkatan rombel tersebut dipicu oleh beberapa hal, salah satunya adalah prestasi peserta didiknya. Peserta didik SMAN 1 Balen setelah dipimpin oleh Bu Cahya, meraih prestasi berbagai macam lomba, antara lain; Karya Tulis Ilmiah (KTI), Pramuka, PMR, Gerak Jalan, OSK, Silat, Hasta Karya, dan Hidroponik. Dengan prestasi peserta didiknya dapat memicu kepercayaan masyarakat sekitarnya untuk menyekolah putra-putrinya di SMAN 1 Balen.

SMAN 1 Balen termasuk sekolah yang lolos Adhiwiyata Kabupaten Bojonegoro. Kondisi awal, sekolah seperti rawa, sering kebanjiran, kumuh dan tampak kurang terawatt. Sekarang sudah banyak taman, kolam hias yang cantik, kolam ikan yang produktif. Dengan modal tersebut, SMAN 1 Balen siap menuju Adhiwiyata Provinsi. Ternyata sudah lolos administrasi dan sedang menunggu jadwal visitasi.

Kepala sekolah setelah membaca potensi sekolahnya dengan menggunakan analisis SWOT, akhirnya tahu kekuatan, kelemahan, peluang, dan kendalanya. Sebagai kepala sekolah baru harus selalu berinovasi untuk keluar dari segala kesulitannya. Keterbatasan sarpras bukan membuat kecil nyalinya, melainkan harus terus berjuang mewujudkan visinya. Salah satu cara yang dilakukan untuk mengatasi keterbatasan sarpras dengan aktif melakukan pendekatan ke Pemerintah Pusat, Provinsi, dan masyarakat yang berkecukupan untuk dapat mewujudkan tersedianya sarpras. Walhasil, dalam tiga tahun ada penambahan 3 ruang kelas baru (RKB), 3 lab computer lengkap dengan isinya, perluasan mushollah, tersedianya laprangan olahraga, revitasilisasi fungsi 2 ruang kelas yang mati (rusak berat), dan merehab 11 ruang rusak sedang.

Upaya kepala sekolah untuk mendongkrak popularitas SMAN 1 Balen melalaui peningkatan mutu peserta didik dan layanannya. Siswa kelas XII dipacu motivasinya agar mengembangkan studinya sampai pada tingkat yang lebih tinggi. Salah satu cara selain meningkatakan mutu pembelajaran juga difasilitasi studi kampus. Sutdi kampus untuk mendekatkan peserta didik dengan kampus, diharapkan mampu meningkatan minat belajar dan tekad untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN). SMAN 1 Balen sering mendatangkan Tokoh sukses dari keluarga miskin. Pada umumnya peserta yang tidak kuliah karena rata-rata orang tuanya miskin. Dengan kegiatan tersebut dapat memotivasi belajar anak kelas XII dan orang tuanya.

Program pengumpulan infaq untuk mensubsidi peserta didik miskin yang diteriman di PTN, untuk membiayai UKT awal, biaya kos, maupun uang saku sesuai dengan tingkat kesulitannya.  Membantu anak miskin yang kekurangan biaya pendidikan dengan pemngumpulan infaq. Upaya ini berhasil meningkatkan jumlah peserta didik yang diterima di PTN secara signifikan.

Kepala SMAN 1 Balen pandai membangun jaringan. Sekalipun padat kegiatan di sekolahnya masih menyempatkan sediri mengabdikan diri sebagai Sekretaris II Pengurus Wilayah (PW) Ikatan Guru Indonesia  (IGI). Dengan aktif di Organisasi Profesional (Orprof) IGI Jawa Timur, jaringannya makin luas. Kesempatan dalam jaringan dimanfaatkan untuk memviruskan peningkatan kompetensi guru secara luas di Jawa Timur. Dalam komunitas belajar IGI Jawa Timur dapat membantu memecahkan kesulitan guru dan dapat mendapat infromasi yang tidak terbatas untuk peningkatan kompetensi dirinya sebaga kepala sekolah dan peningkatan mutu sekolahnya.

Upaya cerdas SMAN 1 Balen tidak terlepas dari prestasi kepala SMAN 1 Balen. Sewaktu menjadi guru sudah meraih Juara I Gupres Kabupaten Bojonegoro dan Juara III Provinsi. Juara I OGN Kimia Tingkat Kabupaten. UKG pertama peringkat 2 tertinggi se kabupaten. UKG kedua peringkat 1 untuk mapel Kimia se kabupaten dan terpilih sebagai Instruktur Nasional SIM PKB Kimia. Juara I Kepala Sekolah Prestasi jenjang SMA se Kabupaten Bojonegoro, masuk 10 Besar Kepala Sekolah Prestasi Provinsi Jawa Timur dan merupakan satu-satunya wanita.

Prestasi kepala sekolah berdapak linier terhadap prestasi sekoah yang dipimpinnya. Hal itu juga tidak terlepas dari dukungan stakeholdernya. Langkah awal yang dilakukan kepala sekolah adalah meyakinkan seluruh warga bahkan masyarakat sekitar agar memiliki “Trust” yang tinggi ke SMAN 1 Balen. Beberapa indicator keberhasilan SMAN 1 Balen, antara lain; meningkatnya jumlah siswa, peningkatan sarpras, meningkatnya disiplin peserta didik dan guru, meningkatnya prestasi non akademik peserta didik, meningikatnya jumlah peserta didik yang di terima di PTN dan PTS, dan meningkatnya kesejahteraan guru. Semoga dapat menginspirasi. Sukses Bunda Rohani Cahyaningtyas Pratiwi,

Surabaya, 28 Februari 2019
To Be Continued

BELAJAR DARI KEHIDUPAN


BELAJAR DARI KEHIDUPAN
Oleh: Marjuki

Awal bulan telah kurancang
Merespon pinta untuk bertandang
Kukemas pola dan model pelatihan
Siap meluncur hingga berbulan

Ternyata,
semua tinggal impian
Hadirmu membuyarkan asa
Memporak-porandakan denyut sendi
Tak satu pun yang dapat menduga
Gemuruhmu mengusik negeri terperi

Kau datang tanpa raga, rasa, dan kata
Menyusup berkeliaran merenggut nyawa
Kami tercekam dalam kecemasan
Sungguh dampakmu terpampang nyata
Mengubah setiap hiruk-pikuk menjadi kesunyian
Menghentikan kesibukan menjadi kesenyapan

Covid 19,
Bolehkah aku bertanya
Mengapa hadirmu tanpa bicara
Bahkan jejak pun sulit dibaca
Menjadikan kami banyak prasangka
Berkelimpungan saling curiga
Sungguh membuat kami tak berdaya  

Aku tak berucap kau tega
Terlebih menuduhmu semena-mena
Karna kuyakin, kau sengaja digerakkan
Tuk mengemban misi mulia
Menyampaikan butiran kasih Sang Khalik

Sejatinya kau dan aku sama
Sebagai makhluk ciptaan-Nya
Bedanya kau ada tanpa dosa
Sedang aku, sering membuat dunia merana

Dalam diam aku belajar tentang kehidupan
Setiap pesan cinta-Nya membawa hikmah
Untuk insan jalang nan arogan
Yang sering bertopeng tebal ala badut jalanan

Akhirnya...,
Dalam kesadaran aku menengadah
Memohon ampunan atas semua noktah
Atas semua cerita yang tidak indah
Berharap  dan bersandar hanya pada-Nya 
Menapak jalan amanah sepanjang zaman

Gresik, 24 Maret 2020


Selasa, 24 Maret 2020

BELAJAR DARI KEHIDUPAN



Awal bulan telah kurancang
Merespon pinta untuk bertandang
Kukemas pola dan model pelatihan
Siap meluncur hingga berbulan

Ternyata,
semua tinggal impian
Hadirmu membuyarkan asa
Memporak-porandakan denyut sendi
Tak satu pun yang dapat menduga
Gemuruhmu mengusik negeri terperi

Kau datang tanpa raga, rasa, dan kata.
Menyusup berkeliaran merenggut nyawa
Kami tercekam dalam kecemasan
Sungguh dampakmu terpampang nyata
Mengubah setiap hiruk-pikuk menjadi kesunyian
Menghentikan kesibukan menjadi kesenyapan

Covid 19,
Bolehkah aku bertanya
Mengapa hadirmu tanpa bicara
Bahkan jejak pun sulit dibaca
Menjadikan kami banyak prasangka
Berkelimpungan saling curiga
Sungguh membuat kami tak berdaya

Aku tak berucap kau tega
Terlebih menuduhmu semena-mena
Karna kuyakin, kau sengaja digerakkan
Tuk mengemban misi mulia
Menyampaikan butiran kasih Sang Khalik

Sejatinya kau dan aku sama
Sebagai makhluk ciptaan-Nya
Bedanya kau ada tanpa dosa
Sedang aku, sering membuat dunia merana

Dalam diam aku belajar tentang kehidupan
Setiap pesan cinta-Nya membawa hikmah
Untuk insan jalang nan arogan
Yang sering bertopeng tebal ala badut jalanan

Akhirnya...,
Dalam kesadaran kami menengadah
Memohon ampunan atas semua noktah
Atas semua cerita yang tidak indah
Berharap dan bersandar hanya pada-Nya
Menapak jalan amanah sepanjang zaman

Gresik, 24 Maret 2020Salam Literasi


BELAJAR DARI KEHIDUPAN


*BELAJAR DARI KEHIDUPAN*
Edisi: Pertama
Oleh: Marjuki

Awal bulan telah kurancang
Merespon pinta untuk bertandang

Kukemas pola dan model pelatihan
Siap meluncur hingga berbulan

Ternyata,
semua tinggal impian
Hadirmu membuyarkan asa
Memporak-porandakan denyut sendi
Tak satu pun yang dapat menduga
Gemuruhmu mengusik negeri terperi

Kau datang tanpa raga, rasa, dan kata.
Menyusup berkeliaran merenggut nyawa
Kami tercekam dalam kecemasan
Sungguh dampakmu terpampang nyata
Mengubah setiap hiruk-pikuk menjadi kesunyian
Menghentikan kesibukan menjadi kesenyapan

Covid 19,
Bolehkah aku bertanya
Mengapa hadirmu tanpa bicara
Bahkan jejak pun sulit dibaca
Menjadikan kami banyak prasangka
Berkelimpungan saling curiga
Sungguh membuat kami tak berdaya

Aku tak berucap kau tega
Terlebih menuduhmu semena-mena
Karna kuyakin, kau sengaja digerakkan
Tuk mengemban misi mulia
Menyampaikan butiran kasih Sang Khalik

Sejatinya kau dan aku sama
Sebagai makhluk ciptaan-Nya
Bedanya kau ada tanpa dosa
Sedang aku, sering membuat dunia merana

Dalam diam aku belajar tentang kehidupan
Setiap pesan cinta-Nya membawa hikmah
Untuk insan jalang nan arogan
Yang sering bertopeng tebal ala badut jalanan

Akhirnya...,
Dalam kesadaran kami menengadah
Memohon ampunan atas semua noktah
Atas semua cerita yang tidak indah
Berharap dan bersandar hanya pada-Nya
Menapak jalan amanah sepanjang zaman

Gresik, 24 Maret 2020
Salam Literasi


Senin, 06 Mei 2019

MENGIKUTI PELATIHAN ONLINE VCT 3 JATIM

Saya tidak membayangkan sebelumnya jika dapat mengikuti pelatihan online VCT 3 Jwa Timur. Kegiatan yang luar biasa ini dipandu oleh Instruktur hebat yang familier dengan Informasi Teknologi (IT). Mereka dengan gigih, sabar, dan telaten membimbing saya.

Suatu keberkahan bisa berlatih yang difasilitasi oleh SEAMEO,- SEAMOLEC. Kegiatan bergensi ini telah memberikan pengalaman yang luar biasa. Melalui kesabaran akhirnya saya bisa berlatih menjadi Peserta yang aktif. Menjadi Peserta yang aktif memerlukan tekad yang tinggi, mengingat godaan dan gangguan tidak ringan. Banyak kesibukan yang menghadang, tetapi dengan tekad yang kuat semua bisa dilalaui dengan baik.

Menjadi Moderator yang mumpuni. Dalam pelatihan ini, saya tidak menyangka dapat dipilih menjadi moderator. Moderator bertugas memoderasi pelatihan. Jalan diskusi menjadi efektif atau tidak sangat ditentukan oleh moderator. Oleh karena itu tugas moderator menjadi penentu kesuksesasan pelatihan.

Menjadi Presenter yang mumpuni. Presenter atau penyaji dalam pelatihan ini sangat ditunggu kehadirannya. Kemampuan menyajikan materi menjadi ukuran kesuksesan. Seberapa besar kesuksesannya juga menjadi ukuran kualitas pelatihan. Kemampuan presenter menjadi key point kualitas pelatihan. Oleh karena itu, presenter berusaha untuk menjadi penyaji yang terbaik. 

Penyaji yang terbaik diharapkan mampu membuat beberapa perubahan. Perubahan yang diharapkan, antara lain; (i) meningkatkan kompetensi yang dilatih, (ii) meningkatkan komitmen yang dilatih, (iii) menimgkatkan rasa memiliki disilpin ilmu yang dilatih, (iv) menumbuhkembangkan budaya literasi, dan (v) mampu mengubah mindset peserta yang dilatih.

semoga bermanfaat

Sabtu, 23 Juni 2018

MENAKAR KEBERHASILAN IBADAH DI BULAN RAMADHAN

Serial 2: Senang Membaca Al Qu’an

 Oleh: Marjuki
Widyaiswara LPMP dan Ketua IGI Jawa Timur

Bulan ramadhan merupakan bulan service jiwa raga. mengapa demikian? Kita biasanya makan minum dan melakukan apa saja bebas tanpa batasan dan aturan yang ketat. Akan tetapi sejak tanggal 1 bulan ramadhan sudah mulai mengikuti aturan yang berlaku. Dalam bulan yang penuh barakah ini semua amalan ada konsekuensi yang berlipat. Oleh karena setiap orang akan berupaya keras untuk mendapatkan yang terbaik dan terbanyak. Semua amalan yang baik akan dilipatgandakan pahala atau kebaiknnya.

Namun demikian, apakah semua manusia tertarik dengan tawaran diobral pahala tersebut? Jika tertarik tentu saja tidak akan dijumpai kriminalitas di bulan ramadhan. Tidak ada lagi yang meninggalkan sholat, meninggalkan puasa. Ternyata masih bayak warung kikil, yaitu warung yang hanya tampak kaki pembeli menikmati menu yang ada. Masih banyak muslim tanpa malu-malu makan sambil berjalan-jalan di tempat umum. Masih banyak yang merokok di kendaraan angkot, merokok di warung-warung kopi pada siang hari.

Hanya sedikit yang mau memanfaatkan momen ramadhan untuk menata ulang jiwa raga yang selama ini banyak berkelepotan dosa. Salah satunya dengan membiasakan membaca Al Qur’an setiap saat. Mengapa membaca Al Qur’an? Bulan Ramadhan merupakan bulan Al-Qur`an. Pada bulan inilah Al-Qur`an diturunkan oleh Allah SWT, sebagaimana dalam firman-Nya. “bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur`an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu, dan pembeda (antara yang haq dan yang bathil).” [Al-Baqarah : 185]. Di antara amal ibadah yang sangat ditekankan untuk diperbanyak pada bulan Ramadhan adalah membaca (tilawah) Al-Qur`anul Karim.  Bulan Ramadhan menjadi kesempatan untuk memperbanyak membaca Al-Qur’an.  


Membaca Al-Qur’an menjadi keharusan, sebagaimana sabda Rasulullah SAW. Dari shahabat Abu Umamah Al-Bahili radhiallahu ‘anhu : Saya mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Bacalah oleh kalian Al-Qur`an. Karena ia (Al-Qur`an) akan datang pada Hari Kiamat kelak sebagai pemberi syafa’at bagi orang-orang yang rajin membacanya.” [HR. Muslim 804]
Nabi Muhammad Saw. memerintahkan untuk membaca Al-Qur`an yang bersifat mutlak. Membaca Al-Qur`an diperintahkan pada setiap waktu dan setiap kesempatan. Lebih ditekankan lagi pada bulan Ramadhan. Nanti pada hari Kiamat, Allah subhanahu wata’ala akan menjadikan pahala membaca Al-Qur`an sebagai sesuatu yang berdiri sendiri, datang memberikan syafa’at dengan seizin Allah kepada orang yang rajin membacanya. Tentu saja dalam hal ini tidak hanya membaca dan menghafal. Melainkan memaknai dengan baik dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.


Memperbanyak membaca Al Qur’an ini dikenal dengan istilah”Nderes Al Qur’an.” Nderes Al Qur’an dapat dilakukan setiap selesai sholat wajib lima waktu. Kadang ditambah habis sholat dhuhah.  Yang paling sering dilakukan secara serempak dimana pun adalah setelah sholat tarawih yang dikenal dengan istilah “Darusan.” Secara bergantian ada yang membaca dan ada yang menyimak. Kegiatan ini sangat bagus untuk pembelajaran bersama. Saling belajar membaca dengan tartil dan saling koreksi. Kebiasaan ini dapat membentuk komunitas belajar (learning community). Jika pesertanya banyak dibentuk grup-grup darusan. Minimal ada grup laki-laki dan ada grup wanita. Cara membaca waktunya bersama di satu tempat. Bisa juga dibaca apa waktu yang beda. Misalnya grup laki-laki membaca saat malam habis terawih. Grup perempuan membaca habis shubuh, dan seterusnya.

Bagi yang sudah memulai membaca Al Qur’an merasa ada kenikmatan tersendiri. Awal membaca tentunya berat. Mau membuka Al Qur’an masih menyempatkan buka Whatssap (WA). Setelah dilihat kok banyak pesan yang belum dibuka. Bahkan sampai ratusan pesan. Mau tidak dibaca tetapi mencoba grup mana yang dianggap penting. Pesannya harus dibaca setiap saat. Ketemu grup yang penting, ternyata pesannya banyak dan minta dibaca. Jika tidak dibaca tanda merahnya memanggil-manggil untuk segera dibaca. Dibaca satu, kok penting, berikutnya juga penting. Akhirnya semua harus dibaca. Tidak terasa sudah satu jam terlewatkan. Mau membaca wudhunya sudah batal. Akhirnya menunda tidak membaca dulu. Mendunda membaca Al Qur’an menjadi keterusan.

Stop!!! Berhenti membaca WA. Hari ini harus membaca Al Qur’an dulu. Membaca satu ayat rasanya tidak lancar. Lanjut ayat berikutnya juga belum lancar. Berikutnya lagi mulai lancar dan seterusnya menjadi lancar. Perasaan enak membaca Al Qur’an menjadi energi baru untuk meneruskan membaca berikutnya. Energi ini membuat betah membaca bahkan bisa ketagihan. Dari ketagiah membaca ini akan menjadi nikmat yang besar bagi pembaca dan penghafal Al Qur’an. Sebagaimana Hadis Nabi Muhammad SAW. Nikmat mampu menghafal Al Qur’an sama dengan nikmat kenabian, bedanya ia tidak mendapatkan wahyu, “Barangsiapa yang membaca (hafal) Al Quran, maka sungguh dirinya telah menaiki derajat kenabian, hanya saja tidak diwahyukan padanya.” (HR. Hakim). Sungguh luar biasa nikmat bagi pembaca dan penghafal Al Qur’an. Masihkan kita bermalas-masalan membaca Al Qur’an? Jika kita belum hafal dan keranjingan membaca Al Qur’an, paling tidak kita merasa senang membaca Al Qur’an pasca ramadhan. Semoga kita mendapat hidayah dan pertolongan Allah agar senang membaca Al Qur’an. Aamiiin.

Gresik, 23 Juni 2018

To be continued.

MENAKAR KEBERHASILAN IBADAH RAMADHAN


Serial Pertama (1): Aktif Berjamaah

Oleh: Marjuki
Widyaiswara LPMP dan Ketua IGI Jawa Timur

Banyak yang dapat kita urai untuk menakar apakah puasa kita, ibadah kita selama bulan ramadhan diterima atau tidak? Pertanyaan ini yang bisa menjawab hanyalah diri kita masing-masing. Ini adalah pertanyaan sangat individual. Orang lain tidak akan tahu, andaikan ada merasa merasa tahu, itu karena sok tahu. Diri sendirilah yang paling bisa menakar keberhasilannya.

Mengapa hal ini perlu kita lakukan? Kita belajar muhasabah. Kita diberi akal pikiran untuk mencoba menghitung dampak dari amal kita sendiri selama bulan ramadhan. Kita jangan sampai termasuk orang yang merugi. Bulan ramadhan dibilang bulan kawah candradimuka. Bulan penggemblengan. Bagaimana hasilnya? Mungkin kita tidak tahu persis hanya Allah SWT yang paling, tahu karena Allah Maha Tahu. Paling tidak kita bisa melihat dampak dari penggemblengan tersebut. Banyak prilaku kita yang dapat dijadikan penanda (indicator) keberhasilan saat berlatih di kawah candradimuka bulan ramadhan.

Selama bulan ramadhan kita semangat beribadah. Dengan harapan kita dapat meningkatkannya di bulan yang mulia ini. Kita abaikan rasa lapar. Kita abaikan rasa haus. Kita abaikan rasa kantuk. Kita berburu beramal sholih untuk mencari keridhoan Allah SWT. Kita tidak peduli pagi, siang, sore, malam, bahkan dini hari. Yang penting tenaga, pikiran, harta untuk perjuangan di jalan Allah. Semua diniatkan lillahi ta’ala (karena Allah semata). Bukan untuk orang lain (pamrih manusia). Semua orang berlomba dengan cara sendiri mencari ridlo-Nya di bulan pemuh berkah.

Dalam bulan ramadhan kita semangat sholat berjamaah. Jika sampai di masjid lebih awal merasa senang. Merasa senang karena bisa sholat tahiyatal masjid, bisa ‘itikaf, bisa sholat sunnah rawatif. Datang di masjid minimal sebelum Imam bertakbir. Hal ini dilaksanakan sedapat mungkin di tengah kesibukan kerja. Lebih-lebih sebagai Aparatul Sipil Negara (ASN). Dalam kepadatan pekerjaan masih bisa sholat berjamaah. Hal ini merupakan prestasi yang luar biasa. Merupakan perjuangan yang tidak mudah, memerlukan kerja keras, kerja ikhlas, dan keputusan yang tepat untuk bisa menyempatlkan sholat berjamaah. Terdengan suara adzan langsung bergegas mengambil air wudhu bukan sebaliknya.

Kadang timbul pertanyaan. Mengapa ibadah termasuk sholat di bulan ramadhan terasa ringan dan menyenangkan? Jawabannya tidak selalu sama. Setiap individu jawabannya bisa berbeda-beda. Mereka  memiliki alasan tersendiri sampai bisa sholat berjamaah dengan ringan dan senang. Bisa jadi karena motivasi pahala. Jika ibadah sunnah diberi pahala seperti ibadah wajib. Apalagi yang wajib pasti lebih besar lagi. Mungkin juga saat beribadah merasa dilihat Allah sehingga bersungguh-sungguh. Ada juga saat sholat merasa bisa berkomunikasi dengan Allah SWT. Hal ini merupakan alasan yang luar biasa. Apa pun yang dilakukan demi mencari ridlo Allah SWT. Alasan yang luar biasa tersebut membuat mereka semangat dan senang sholat berjamaah.


Jika pembiasaan sholat berjamaah berhasil tentu saja akan membentuk karakter yang kuat. Karakter kuat ini menjadi energy positif untuk beribadah setelah bulan ramadhan. Hal inilah yang akan kita perjuangkan. Mampukah kita mempertahankan kebiasaan yang baik selama bulan ramadhan untuk diimplementasikan di bulan-bulan berikutnya? Imam Bukhari rahimahullah meriwayatkan di dalam Shahihnya,”Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya, ‘Amal apakah yang paling dicintai Allah?’. Maka beliau menjawab,”Yaitu yang paling kontinyu, meskipun hanya sedikit.” Beliau juga bersabda, “Bebanilah diri kalian dengan amal-amal yang mampu untuk kalian kerjakan.” (HR. Bukhari dalam Kitab ar-Riqaq).


Melihat hadits tersebut jelas bahwa Allah SWT sangat menyukai amal ibadah yang dilaksanakan secara kontinyu secara istiqamah walapun sedikit. Ibadah apa pun yang kita kerjakan walaupun tidak banyak tetapi secara istiqamah, amal ini paling disukai Allah SWT. Misalnya selama bulan ramadhan kita rajin sholat dhuhah dua rakaat. Kita sholat witir tiga rakaat, sholat rawatib dua rakaat. Pertanyaannya, mampukah kita menjaga, memelihara ibadah kita yang sedikit rakaatnya secara istiqamah di bulan berikutnya? Hanya kita yang dapat menjawabnya.

Gresik, 23 Juni 2018
To be continued
                                 

Kamis, 21 Juni 2018

MEMAKNAI HALAL BI HALAL DI LPMP JAWA TIMUR



Oleh: Marjuki
Widyaiswara LPMP & Ketua IGI Jawa Timur

Tepat tanggal 21 Juni 2018 berakhir masa cuti bersama. Kantor mulai masuk kerja. Di setiap pegawai selalu diworo-woro agar tidak telat. Jam kerja sudah kembali normal seperti hari-hari biasa. Jam kerja pegawai berbeda saat Ramadhan yang lebih pendek. Para pegawai bergegas berangkat. Seperti biasanya jam kerja pertama hampir semua jalanan padat dan macet. Walaupun demikian tidak sedikit yang terlambat.

Tepat pukul 08.00 WIB semua pegawai dan karyawan sudah memasuki Aula Gaha Wiyata. Namun acara belum juga dimulai. Sepertinya ada yang ditunggu, yaitu para pejabat dan undangan dari luar. Untung saja suasana tidak sepi karena diisi dengan lagu-lagu muansa religi, penyanyinya dari luar yang diiringi dengan elekton. Tepat pukul 08.40 WIB  acara dimulai. Suasana menjadi hening dan hidmat karena alunan ayat-ayat Al Qur’anul Karim Surat Al Imran. Semua hadirin menyimak tenang (tumaknina) mungkin meresapinya. Suara melengking menambah merinding dan sakral bacaan ayat suci Al Qur’an. Bagi orang tertentu merasa tratapan. Sesekali terdengar sahutan kata Allah.

Pukul 09.00 WIB Kepala LPMP Jawa Timur bapak Dr. H. Bambang Sesetyo, M.Pd., MM. menyampaikan rasa terima kasih kepada hadirin terutama undangan para pejabat dari jajaran Kemdikbud, yatiu Lembaga Sensor Film (LSF) yang berkantor di LPMP Jawa Timur dan mantan Pejabat LPMP serta para pensiunan pegawai LPMP Jawa Timur. Kepala LPMP Jawa Timur dengan kerendahan hati mohon maaf lahir batin. Semangat silaturrahim dan indahnya kesebersamaan dikobarkan melalui Halal Bi Halal. Dalam kesempatan tersebut Kepala LPMP menyampaikan pesan terkait dengan kisah. Dulu di Arab ada orang perempuan gila yang memintal benang menjadi pintalan yang bagus dan kuat, akan tetapi setelah itu diurai kembali menjadi benang dan dipintal  lagi dan seterusnya. Itulah orang gila.

Kisah tersebut ternyata ada dalam Al-Qur’an Surat An-Nahl: 92, “Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali, kamu menjadikan sumpah (perjanjian)mu sebagai alat penipu di antaramu, disebabkan adanya satu golongan yang lebih banyak jumlahnya dari golongan lain. Seungguhnya Allah hanya menguji kamu dengan hal itu. Dan sesunggguhnya di hari kiamat akan dijelaskan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan itu. Asbabun Nuzul atau sebab turunnya sayat tersebut sebagaimana diriwayatkan Ibnu Abi Hatim dari Abu Bakar bin Abi Hafs, Sa’idah al-Asadiyah adalah wanita gila, mengumpulkan rambut dan serat tanaman. Maka turunlah ayat tersebut.

Dari Ayat 92 Surat An-Nahl dapat dipetik pelajaran bahwa selama bulan Ramadhan kita telah menata hati kita, pikiran kita, sikap kita, amal kita, takwa kita dengan baik. Kita sudah merajut sedemikian rupa tanpa campur tangan syetan. Konon khabarnya selama bulan ramadhan para syeitan sedang diikat. Sikap, kepribadian, prilaku, akhlaq kita sudah terajut dengan baik, sudah terpintal dengan kuat. Jangan diurai kembali setelah ramadhan. Jangan dicerai berai lagi. Jangan dinodai lagi dengan dosa-dosa yang dianggap kecil, bisa jadi itu dosa besar. Jangan seperti orang gila sebagaimana yang dikisahkan dalam Surat An-Nahl tersebut.

Ini semua adalah tantangan dan sekaligus ujian sebagaimana dalam  petikan ayat,” Sesungguhnya Allah hanya menguji dengan hal itu (Surat An-Nahl: 92).” Selama bulan ramadhan kita banyak istighfar memohon ampun kepada Allah berharap semua dosa bisa diampuni, dicuci bersih, tidak ada noda sedikitpun. kita juga membersih diri kita dengan membayar zakat fitrah, membersihkan harta benda kita dengan membayar zakat mal zakat, membersihkan pekerjaan kita dengan membayar zakat profesi dan diakiri dengan halal bil halal, saling memberi dan meminta maaf pada sesama. Hal sangat mulia dan indah. Berharap kita bersih dari noda dan dosa secara lahir dan batin, aamin.

Gresik, 23 Juni 2018





Jumat, 08 Juni 2018

HAKIKAT MENCUCI MOBIL DI BULAN RAMADHAN


Oleh:
Drs. Marjuki, M.Pd.
Widyaiswara LPMP Jawa Timur
Ketua IGI Wilayah Jawa Timur





Merawat mobil tidak ada bedanya dengan merawat tubuh. Cuma berbeda dari frekuensi dan kebutuhannya. Kita setiap hari bisa mandi minimal dua kali sehari. Bagi pekerja keras yg bercucuran keringat bisa tiga kali sehari. Demikian juga dengan jika jarang keluar rumah, nongkrong berhari-hari di garasi, tentu saja dicuci dalam waktu lama dan seperlunya saja.

Pertanyaannya, mengapa harus dicuci? Tentu saja gampang-gampang sulit untuk menjawabnya. Secara sederhana bisa saja dijawab agar bersih. Benarkah? Jika jawaban yang simpel dan praktis masih perlu dipertanyakan. Hal ini mengindikasikan perlu alternatif jawaban lebih dari satu dan masuk akal, baik secara akademis maupun teknis. Untuk bisa menjawab ini perlu dieksplore lebih dalam.

Secara akademis dapat dijelaskan bahwa mobil terus berinteraksi dengan partikulat yang ada di sekitarnya. Mobil benda padat berukuran besar dalam posisi diam dapat menarik partikulat yang dibawa udara. Partikulat berupa benda padat, cair, maupun gas. Partikulat bisa terbang terbawa udara dapat terikat dan melekat pada body mobil. Partikulat terikat tidak memilih tempat yang mana untuk melekat. Partikulat dapat pada body mengotori cat dan tampar tidak terawat. Partikulat dapat melekat pada kaca mobil. Tebalnya partikulat yang menempel sangat mengganggu pandangan dan membuat tidak nyaman.

Secara teknis, partikulat yang sudah melekat dan melekat pada semua permukaan mobil, jika tidak segera dibersihkan dapat mengakibatkan kerugian lain. Partikulat yang menempel dari berbagai wujud baik padat, cair, maupun gas akan menjadi agregat padat yang keras. Agregat yang padat keras jika dibiarkan dalam waktu lama akan menjadi padat, keras, dan tajam. Agregat yang padat, keras, dan tajam dapat menjadi bahan penggores cat dan film kaca. Cat yang gilap dan kinclong akan buram dan tergores. Goresan akan menjadi keras jika ada tekanan dari luar. Baik tekanan angin yang kencang atau mobil yang bergerak kencang. Goresan juga bisa terjadi jika benturan benda padat. Hal ini akan memperbesar terjadinya goresan.


Demikian juga pada diri kita. Tubuh kita juga perlu dicuci. Tubuh kita yang dicuci bisa seluruh permukaan tubuh kita juga bagian dalamnya. Bagian dalam tubuh kita yang perlu dibersihkan mulai dari mulut sampai perut. Bagian mulut sudah biasa dibersihkan bersamaan saat mandi. Mencuci tubuh bagian perut perlu dicuci dengan cara tersendiri.  Cara mencuci perut kita dengan berpuasa. Baik puasa Sunnah maupun wajib. Tidak sedikit orang yang tidak tahu bahkan tidak menyadari kalau puasa itu bagian upaya membersihkan kotoran, racun, zat-zat, timbunan partikulat yang merugikan kesehatan manusia.


Banyak manfaat yang dapat digali dari puasa. Ibarat pabrik, perut kita setiap hari menggiling makanan tanpa henti. Dapat dibayangkan betapa panasnya organ-organ yang ada dalam perut kita. Dengan kerja tanpa henti. Kerja tanpa jeda. Kerja tak kenal waktu akan banyak negatif yang ditimbulkannya. Dampak negatif bisa berupa aus, menurunnya fungsi fisiologis organ. Dengan kerja tanpa henti dapat membukakan penbundn produk samping yang dapat mengganggu proses produktif berikutnya. Akibat toksisitas dalam tubuh tertimbun dan sulit diurai. Dalam waktu lama sampai menahun akan menjadi penyakit yang sangat serius.

Puasa diperlukan untuk membakar lemak yang telah lama tertimbun dalam tubuh kita. Terutama bagi tubuh yang mengalami obesitas. Bahkan puasa bisa dijadikan teknik terapiyang murah meriah dan berpahala. Puasa dapat membuat perut kita longgar, tidak banyak makanan yang mengisi perut. Sebagaimana yang diajarkan nabi kita Muhammad Rasulullah SAW. Sebaiknya perut kita terbagi tiga. Sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk air, dan sepertiga untuk udara. Selama ini perut kita hampir penuh untuk makanan. Terutama saat perasmanan. Jika perut penuh akan menjadi beban yang besar. Organ perut kita menjadi kwalahan dan tidak sempurnanya prosesor pencernaan. Akibatnya banyak masalah sampingan ditimbulkan.

Jadi mencuci mocuci mobil dan mencuci tubuh kita memilki kesamaan fungsi dan tujuan. Semoga makin rajin mencuci mobil dan mencuci tubuh kita. Terutama mencuci perut dengan cara berpuasa. Baik puasa Sunnah maupun puasa wajib (ramadhan).

Minggu, 03 Juni 2018

Jumat, 01 Juni 2018

PUASA TETAP SEMANGAT WONOSOBO-TEGAL

Oleh:
Drs. Marjuki, M.Pd.
Widyaiswara LPMP Jawa Timur
Ketua IGI Wilayah Jawa Timur

Tingkatkan semangat kerja di bulan Ramadhan yg penuh berkah ini. Sekalipun lapar dan haus karena hatinya senang, puasa menjadi ringan. Perasaan senang membuat energi kita berlipat. Sambil menikmati perjalanan jauh dari Wonosobo ke Tegal tidak terasa capek dan letih. Pagi hari sudah menikmati udara segar di Candi Arjuno Dieng.

Selain udaranya segar, bebas polusi, cahaya matahari mampu menghangatkan kulit. Ini suatu keberkahan biasanya dingin dan awan berkabut. Alhamdulillah hangat dan angin gunung yg semilir. Rasanya betah di sana
Berdasarkan catatan sejarah, Kompleks Candi Arjuna merupakan candi tertua di tanah Jawa. Diperkirakan kompleks candi ini dibangun pada awal abad ke-9 Masehi. Hal ini diperkuat dengan bukti penemuan sebuah prasasti dengan aksara jawa kuno pada sekitar tahun 731 Caka (tahun 809 masehi) dan menjadi prasasti tertua yang disimpan di Galeri Museum Nasional, Jakarta.

Tidak sulit untuk menemukan lokasi kompleks Candi Arjuna yang secara geografis berada di dekat garis perbatasan wilayah Kabupaten Banjarnegara dengan Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Papan nama penujuk jalan menuju Kompleks Candi Arjuna banyak terlihat di setiap sisi jalan di kawasan dataran tinggi Dieng untuk memandu para wisatawan yang hendak berkunjung ke kompleks candi peninggalan era Dinasti Sanjaya ini.

Puas di candi Arjuno, langsung bergegas ke Kawah Dieng atau dikenal dgn nama Kawah Sikidang. Kawah Sikidang juga tinggi akan kandungan sulfur atau belerang serta zat beracun lainnya. Oleh sebab itu bau gas yang keluar sangat menyengat dan beracun. Untuk itu itu, jika berwisata ke Kawah Sikidang, disarankan untuk memakai masker atau penutup mulut lainnya, disamping itu harus mematuhi rambu-rambu yang tertera di dekat kawah yang melarang pengunjung untuk menyalakan api atau membuang puntung rokok ke dalam kawah. Api yang mengenai zat-zat dari gunung berapi bisa memicu ledakan dan kebakaran.

Sekalipun bahu belerang menyengat tidak menghalangi pengunjung mendekat. Tiap hari ramai dikunjungi oleh wisatawan terutama hari Sabtu, Minggu dan hari2 libur Nasional. Selain menjadi tempat wisata juga menjadi mata pencaharian masyarakat sekitarnya. Setiap hari mobil lalu lalang mengangkut belerang padat.

Secara ekonomi masyarakat sekitar terdongkrak oleh aktivitas kawah Sikadang Dieng. Subhanallah ini karunia dari Allah SWT yang diberikan kepada masyarakat Dieng dan sekitarnya. Semoga tambah besar rasa syukurnya. Aamiiin.