Oleh: Dr. Marjuki, M.Pd. Ketua IGI Jawa Timur
Rabu, 19 Agustus 2020
Senin, 08 Juni 2020
Rabu, 03 Juni 2020
TIADA YANG TERSISA
Aku tidak pernah membuat telingaku dapat mendengarAku tidak merasa membuat mataku dapat melihat
Aku tidak juga mengaku diriku tenar
Aku tidak menunjukkan diriku kuat
Rizqiku dalam dalam qodo qodar-Nya
Jodohku dalam kasih sayang-Nya
Sukmaku dalam kuasa-Nya
Diriku bukan siapa-siapa
Semua tiada yang tersisa
Diriku hanya milik-Nya
Gresik, 03 Juni 2020
Marjuki
# Salam Literasi
# Salam Lembayung Rindu
Rabu, 22 April 2020
MENAPAK JEJAK SEPENGGAL ESAI PERJALANAN SANG WIDYAISWARA
BUKU BEST SELLER
LET'S CHANGE FOR BETTER GENERATIONS
LET'S CHANGE FOR BETTER GENERATIONS
Simak rekam jejak pemahat cita
Geliat sepak terjang Widyaiswara
Ketwil IGI Jawa Timur jabatannya
kepingan asa bergelayut meronta
Datang tak disangka merajut pinta
Sahabat pena menuturkan cerita
Untaian kata mengikat makna
Satu per satu mulai bicara
Rendah hati tak bersuara
Aura senyummu berasa
Rona buku sang idola
Kisahmu bak Corona
Kagum inspirasinya
Pembaca terkesima
Karya unik se isinya
Ringan dibawa
Enak dibaca
Geliat sepak terjang Widyaiswara
Ketwil IGI Jawa Timur jabatannya
kepingan asa bergelayut meronta
Datang tak disangka merajut pinta
Sahabat pena menuturkan cerita
Untaian kata mengikat makna
Satu per satu mulai bicara
Rendah hati tak bersuara
Aura senyummu berasa
Rona buku sang idola
Kisahmu bak Corona
Kagum inspirasinya
Pembaca terkesima
Karya unik se isinya
Ringan dibawa
Enak dibaca
Walau tak tahu cara bertutur cerita
Tanpa teori tanpa bertata bahasa
Mulai menulis apa yang dirasa
Rengkuh data dengan mata
Merajut kisah Widyaiswara
Mulai dari hal sederhana
Sari kehidupan tertata
Perjalanan tanpa sia
Bersyukur ridho-Nya
Niatkan untuk Nya
Ikhlas kodrat-Nya
Pundi ibadahnya
Amal jariyah
Tujuannya
Tanpa teori tanpa bertata bahasa
Mulai menulis apa yang dirasa
Rengkuh data dengan mata
Merajut kisah Widyaiswara
Mulai dari hal sederhana
Sari kehidupan tertata
Perjalanan tanpa sia
Bersyukur ridho-Nya
Niatkan untuk Nya
Ikhlas kodrat-Nya
Pundi ibadahnya
Amal jariyah
Tujuannya
SUKMAMU PELANTUN RINDU
Mengais motif
terdalamku
Walau tak jabat tanganku
Genggaman sukmamu
Merangkul, merengkuh
Mengayuh, merajut
Tuk lakukan sesuatu
Sukmamu menderaku
Memicu, memacuku
Beratu bela bangsamu
Kau khawatirkan peradaban
Kau pikirkan jalan keluar
Kau tak hiraukan rintangan
Kau kesampingkan ancaman
Kau inginkan peradaban
Kini nusantaramu meradang
Bangsamu dalam kekarutan
Rakyatmu dalam kepanikan
Negaramu dalam ujian Tuhan
Corona datang tak mau pulang
Kini sukmamu bertebaran
Memanggil relawan kemanusiaan
Siap meregang nyawa tak pedulikan
Kau contohkan bagaimana berjuang
Kau sematkan kisahmu dalam tulisan
kau lejitkan semangat dalam ejaan
Wanita lemah itu dulu
Wanita dijajah pria itu dulu
Wanita konco ing wingking itu dulu
Wanita dari kasur sumur dapur itu dulu
Wanita suwargo nunut neroko katut itu dulu
Kau bangkitkan emansipasimu
Kau lejitkan geloramu
Kau ledakkan hasratmu
Kau inspirasikan masa depanmu
Sukmamu tlah memanggil rinduku
Gresik, 21 April 2020
Kamis, 26 Maret 2020
JELAJAH KEPALA SEKOLAH PRESTASI (2)
Dra. Hj. Rohani
Cahyaning Pratiwi, M.Pd. Kepala SMAN 1 Balen (Oktober 2015 - Sekarang)
Oleh: Marjuki
SMAN 1 Balen
merupakan sekolah yang tidak berada di tengah kota Bojonegoro dikenal dengan
sekolah pinggiran. Istilah sekolah pinggiran nampaknya tidak bisa dihindari
selain tempatnya memang dipinggir kota juga hal lain. Saat ini masyarakat
menganggap sekolah nomor sekian, tidak difavoritkan. Dampak dari sekolah tidak
favorit, jumlah muridnya hanya 15 rombel termasuk kelas kurus. Pagunya setiap
kelas tidak pernah terpenuhi.
SMAN 1 Balen setelah
dipimpin oleh ibunda cantik, Dra. Hj. Rohani Cahyaning Pratiwi, M.Pd
menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan. Tahun pertama, kuota PPDB 5
rombel kl X langsung terpenuhi di hari kedua saat pendaftaran. Tahun kedua PPDB
mendapat 6 rombel yang terpenuhi pagunya. Tahun ketiga ada peningkatan lagi,
sehingga jumlah kelasnya meningkat menjadi 17 rombel dan termasuk kelas gemuk.
Peningkatan rombel
tersebut dipicu oleh beberapa hal, salah satunya adalah prestasi peserta
didiknya. Peserta didik SMAN 1 Balen setelah dipimpin oleh Bu Cahya, meraih
prestasi berbagai macam lomba, antara lain; Karya Tulis Ilmiah (KTI), Pramuka,
PMR, Gerak Jalan, OSK, Silat, Hasta Karya, dan Hidroponik. Dengan prestasi
peserta didiknya dapat memicu kepercayaan masyarakat sekitarnya untuk
menyekolah putra-putrinya di SMAN 1 Balen.
SMAN 1 Balen
termasuk sekolah yang lolos Adhiwiyata Kabupaten Bojonegoro. Kondisi awal,
sekolah seperti rawa, sering kebanjiran, kumuh dan tampak kurang terawatt.
Sekarang sudah banyak taman, kolam hias yang cantik, kolam ikan yang produktif.
Dengan modal tersebut, SMAN 1 Balen siap menuju Adhiwiyata Provinsi. Ternyata
sudah lolos administrasi dan sedang menunggu jadwal visitasi.
Kepala sekolah
setelah membaca potensi sekolahnya dengan menggunakan analisis SWOT, akhirnya
tahu kekuatan, kelemahan, peluang, dan kendalanya. Sebagai kepala sekolah baru
harus selalu berinovasi untuk keluar dari segala kesulitannya. Keterbatasan
sarpras bukan membuat kecil nyalinya, melainkan harus terus berjuang mewujudkan
visinya. Salah satu cara yang dilakukan untuk mengatasi keterbatasan sarpras
dengan aktif melakukan pendekatan ke Pemerintah Pusat, Provinsi, dan masyarakat
yang berkecukupan untuk dapat mewujudkan tersedianya sarpras. Walhasil, dalam
tiga tahun ada penambahan 3 ruang kelas baru (RKB), 3 lab computer lengkap
dengan isinya, perluasan mushollah, tersedianya laprangan olahraga,
revitasilisasi fungsi 2 ruang kelas yang mati (rusak berat), dan merehab 11
ruang rusak sedang.
Upaya kepala sekolah
untuk mendongkrak popularitas SMAN 1 Balen melalaui peningkatan mutu peserta
didik dan layanannya. Siswa kelas XII dipacu motivasinya agar mengembangkan
studinya sampai pada tingkat yang lebih tinggi. Salah satu cara selain
meningkatakan mutu pembelajaran juga difasilitasi studi kampus. Sutdi kampus
untuk mendekatkan peserta didik dengan kampus, diharapkan mampu meningkatan
minat belajar dan tekad untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN). SMAN 1 Balen
sering mendatangkan Tokoh sukses dari keluarga miskin. Pada umumnya peserta
yang tidak kuliah karena rata-rata orang tuanya miskin. Dengan kegiatan
tersebut dapat memotivasi belajar anak kelas XII dan orang tuanya.
Program pengumpulan
infaq untuk mensubsidi peserta didik miskin yang diteriman di PTN, untuk
membiayai UKT awal, biaya kos, maupun uang saku sesuai dengan tingkat
kesulitannya. Membantu anak miskin yang
kekurangan biaya pendidikan dengan pemngumpulan infaq. Upaya ini berhasil
meningkatkan jumlah peserta didik yang diterima di PTN secara signifikan.
Kepala SMAN 1 Balen
pandai membangun jaringan. Sekalipun padat kegiatan di sekolahnya masih
menyempatkan sediri mengabdikan diri sebagai Sekretaris II Pengurus Wilayah
(PW) Ikatan Guru Indonesia (IGI). Dengan
aktif di Organisasi Profesional (Orprof) IGI Jawa Timur, jaringannya makin
luas. Kesempatan dalam jaringan dimanfaatkan untuk memviruskan peningkatan
kompetensi guru secara luas di Jawa Timur. Dalam komunitas belajar IGI Jawa
Timur dapat membantu memecahkan kesulitan guru dan dapat mendapat infromasi
yang tidak terbatas untuk peningkatan kompetensi dirinya sebaga kepala sekolah
dan peningkatan mutu sekolahnya.
Upaya cerdas SMAN 1
Balen tidak terlepas dari prestasi kepala SMAN 1 Balen. Sewaktu menjadi guru
sudah meraih Juara I Gupres Kabupaten Bojonegoro dan Juara III Provinsi. Juara
I OGN Kimia Tingkat Kabupaten. UKG pertama peringkat 2 tertinggi se kabupaten.
UKG kedua peringkat 1 untuk mapel Kimia se kabupaten dan terpilih sebagai
Instruktur Nasional SIM PKB Kimia. Juara I Kepala Sekolah Prestasi jenjang SMA
se Kabupaten Bojonegoro, masuk 10 Besar Kepala Sekolah Prestasi Provinsi Jawa
Timur dan merupakan satu-satunya wanita.
Prestasi kepala
sekolah berdapak linier terhadap prestasi sekoah yang dipimpinnya. Hal itu juga
tidak terlepas dari dukungan stakeholdernya. Langkah awal yang dilakukan kepala
sekolah adalah meyakinkan seluruh warga bahkan masyarakat sekitar agar memiliki
“Trust” yang tinggi ke SMAN 1 Balen. Beberapa indicator keberhasilan SMAN 1
Balen, antara lain; meningkatnya jumlah siswa, peningkatan sarpras,
meningkatnya disiplin peserta didik dan guru, meningkatnya prestasi non
akademik peserta didik, meningikatnya jumlah peserta didik yang di terima di
PTN dan PTS, dan meningkatnya kesejahteraan guru. Semoga dapat menginspirasi.
Sukses Bunda Rohani Cahyaningtyas Pratiwi,
Surabaya, 28
Februari 2019
To Be Continued
BELAJAR DARI KEHIDUPAN
BELAJAR DARI KEHIDUPAN
Merespon
pinta untuk bertandang
Kukemas
pola dan model pelatihan
Siap
meluncur hingga berbulan
Ternyata,
semua
tinggal impian
Hadirmu membuyarkan
asa
Memporak-porandakan denyut sendi
Tak
satu pun yang dapat menduga
Gemuruhmu
mengusik negeri terperi
Kau
datang tanpa raga, rasa, dan kata
Menyusup
berkeliaran merenggut
nyawa
Kami
tercekam dalam kecemasan
Sungguh
dampakmu terpampang nyata
Mengubah
setiap hiruk-pikuk menjadi kesunyian
Menghentikan
kesibukan menjadi kesenyapan
Covid
19,
Bolehkah
aku bertanya
Mengapa
hadirmu tanpa bicara
Bahkan
jejak pun sulit dibaca
Menjadikan
kami banyak prasangka
Berkelimpungan
saling curiga
Sungguh
membuat kami tak berdaya
Aku
tak berucap kau
tega
Terlebih
menuduhmu semena-mena
Karna
kuyakin, kau sengaja digerakkan
Tuk
mengemban misi mulia
Menyampaikan
butiran kasih Sang Khalik
Sejatinya
kau dan aku sama
Sebagai
makhluk ciptaan-Nya
Bedanya
kau ada tanpa dosa
Sedang
aku, sering membuat dunia merana
Dalam
diam aku belajar tentang kehidupan
Setiap
pesan cinta-Nya membawa hikmah
Untuk
insan jalang
nan arogan
Yang
sering bertopeng tebal ala badut jalanan
Akhirnya...,
Dalam
kesadaran aku
menengadah
Memohon
ampunan atas semua noktah
Atas
semua cerita yang tidak indah
Berharap
dan bersandar hanya pada-Nya
Menapak
jalan amanah sepanjang zaman
Gresik,
24 Maret 2020
Selasa, 24 Maret 2020
BELAJAR DARI KEHIDUPAN
Awal bulan telah kurancang
Merespon pinta untuk bertandang
Kukemas pola dan model pelatihan
Siap meluncur hingga berbulan
Kukemas pola dan model pelatihan
Siap meluncur hingga berbulan
Ternyata,
semua tinggal impian
Hadirmu membuyarkan asa
Memporak-porandakan denyut sendi
Tak satu pun yang dapat menduga
Gemuruhmu mengusik negeri terperi
semua tinggal impian
Hadirmu membuyarkan asa
Memporak-porandakan denyut sendi
Tak satu pun yang dapat menduga
Gemuruhmu mengusik negeri terperi
Kau datang tanpa raga, rasa, dan
kata.
Menyusup berkeliaran merenggut nyawa
Kami tercekam dalam kecemasan
Sungguh dampakmu terpampang nyata
Mengubah setiap hiruk-pikuk menjadi kesunyian
Menghentikan kesibukan menjadi kesenyapan
Menyusup berkeliaran merenggut nyawa
Kami tercekam dalam kecemasan
Sungguh dampakmu terpampang nyata
Mengubah setiap hiruk-pikuk menjadi kesunyian
Menghentikan kesibukan menjadi kesenyapan
Covid 19,
Bolehkah aku bertanya
Mengapa hadirmu tanpa bicara
Bahkan jejak pun sulit dibaca
Menjadikan kami banyak prasangka
Berkelimpungan saling curiga
Sungguh membuat kami tak berdaya
Bolehkah aku bertanya
Mengapa hadirmu tanpa bicara
Bahkan jejak pun sulit dibaca
Menjadikan kami banyak prasangka
Berkelimpungan saling curiga
Sungguh membuat kami tak berdaya
Aku tak berucap kau tega
Terlebih menuduhmu semena-mena
Karna kuyakin, kau sengaja digerakkan
Tuk mengemban misi mulia
Menyampaikan butiran kasih Sang Khalik
Terlebih menuduhmu semena-mena
Karna kuyakin, kau sengaja digerakkan
Tuk mengemban misi mulia
Menyampaikan butiran kasih Sang Khalik
Sejatinya kau dan aku sama
Sebagai makhluk ciptaan-Nya
Bedanya kau ada tanpa dosa
Sedang aku, sering membuat dunia merana
Sebagai makhluk ciptaan-Nya
Bedanya kau ada tanpa dosa
Sedang aku, sering membuat dunia merana
Dalam diam aku belajar tentang
kehidupan
Setiap pesan cinta-Nya membawa hikmah
Untuk insan jalang nan arogan
Yang sering bertopeng tebal ala badut jalanan
Setiap pesan cinta-Nya membawa hikmah
Untuk insan jalang nan arogan
Yang sering bertopeng tebal ala badut jalanan
Akhirnya...,
Dalam kesadaran kami menengadah
Memohon ampunan atas semua noktah
Atas semua cerita yang tidak indah
Berharap dan bersandar hanya pada-Nya
Menapak jalan amanah sepanjang zaman
Dalam kesadaran kami menengadah
Memohon ampunan atas semua noktah
Atas semua cerita yang tidak indah
Berharap dan bersandar hanya pada-Nya
Menapak jalan amanah sepanjang zaman
Gresik, 24 Maret 2020Salam Literasi
BELAJAR DARI KEHIDUPAN
*BELAJAR DARI KEHIDUPAN*
Edisi: Pertama
Oleh: Marjuki
Oleh: Marjuki
Awal bulan telah kurancang
Merespon pinta untuk bertandang
Kukemas pola dan model pelatihan
Siap meluncur hingga berbulan
Merespon pinta untuk bertandang
Kukemas pola dan model pelatihan
Siap meluncur hingga berbulan
Ternyata,
semua tinggal impian
Hadirmu membuyarkan asa
Memporak-porandakan denyut sendi
Tak satu pun yang dapat menduga
Gemuruhmu mengusik negeri terperi
semua tinggal impian
Hadirmu membuyarkan asa
Memporak-porandakan denyut sendi
Tak satu pun yang dapat menduga
Gemuruhmu mengusik negeri terperi
Kau datang tanpa raga, rasa, dan
kata.
Menyusup berkeliaran merenggut nyawa
Kami tercekam dalam kecemasan
Sungguh dampakmu terpampang nyata
Mengubah setiap hiruk-pikuk menjadi kesunyian
Menghentikan kesibukan menjadi kesenyapan
Menyusup berkeliaran merenggut nyawa
Kami tercekam dalam kecemasan
Sungguh dampakmu terpampang nyata
Mengubah setiap hiruk-pikuk menjadi kesunyian
Menghentikan kesibukan menjadi kesenyapan
Covid 19,
Bolehkah aku bertanya
Mengapa hadirmu tanpa bicara
Bahkan jejak pun sulit dibaca
Menjadikan kami banyak prasangka
Berkelimpungan saling curiga
Sungguh membuat kami tak berdaya
Bolehkah aku bertanya
Mengapa hadirmu tanpa bicara
Bahkan jejak pun sulit dibaca
Menjadikan kami banyak prasangka
Berkelimpungan saling curiga
Sungguh membuat kami tak berdaya
Aku tak berucap kau tega
Terlebih menuduhmu semena-mena
Karna kuyakin, kau sengaja digerakkan
Tuk mengemban misi mulia
Menyampaikan butiran kasih Sang Khalik
Terlebih menuduhmu semena-mena
Karna kuyakin, kau sengaja digerakkan
Tuk mengemban misi mulia
Menyampaikan butiran kasih Sang Khalik
Sejatinya kau dan aku sama
Sebagai makhluk ciptaan-Nya
Bedanya kau ada tanpa dosa
Sedang aku, sering membuat dunia merana
Sebagai makhluk ciptaan-Nya
Bedanya kau ada tanpa dosa
Sedang aku, sering membuat dunia merana
Dalam diam aku belajar tentang
kehidupan
Setiap pesan cinta-Nya membawa hikmah
Untuk insan jalang nan arogan
Yang sering bertopeng tebal ala badut jalanan
Setiap pesan cinta-Nya membawa hikmah
Untuk insan jalang nan arogan
Yang sering bertopeng tebal ala badut jalanan
Akhirnya...,
Dalam kesadaran kami menengadah
Memohon ampunan atas semua noktah
Atas semua cerita yang tidak indah
Berharap dan bersandar hanya pada-Nya
Menapak jalan amanah sepanjang zaman
Dalam kesadaran kami menengadah
Memohon ampunan atas semua noktah
Atas semua cerita yang tidak indah
Berharap dan bersandar hanya pada-Nya
Menapak jalan amanah sepanjang zaman
Gresik, 24 Maret 2020
Salam Literasi
Senin, 06 Mei 2019
MENGIKUTI PELATIHAN ONLINE VCT 3 JATIM
Saya tidak membayangkan sebelumnya jika dapat mengikuti pelatihan online VCT 3 Jwa Timur. Kegiatan yang luar biasa ini dipandu oleh Instruktur hebat yang familier dengan Informasi Teknologi (IT). Mereka dengan gigih, sabar, dan telaten membimbing saya.
Suatu keberkahan bisa berlatih yang difasilitasi oleh SEAMEO,- SEAMOLEC. Kegiatan bergensi ini telah memberikan pengalaman yang luar biasa. Melalui kesabaran akhirnya saya bisa berlatih menjadi Peserta yang aktif. Menjadi Peserta yang aktif memerlukan tekad yang tinggi, mengingat godaan dan gangguan tidak ringan. Banyak kesibukan yang menghadang, tetapi dengan tekad yang kuat semua bisa dilalaui dengan baik.
Menjadi Moderator yang mumpuni. Dalam pelatihan ini, saya tidak menyangka dapat dipilih menjadi moderator. Moderator bertugas memoderasi pelatihan. Jalan diskusi menjadi efektif atau tidak sangat ditentukan oleh moderator. Oleh karena itu tugas moderator menjadi penentu kesuksesasan pelatihan.
Menjadi Presenter yang mumpuni. Presenter atau penyaji dalam pelatihan ini sangat ditunggu kehadirannya. Kemampuan menyajikan materi menjadi ukuran kesuksesan. Seberapa besar kesuksesannya juga menjadi ukuran kualitas pelatihan. Kemampuan presenter menjadi key point kualitas pelatihan. Oleh karena itu, presenter berusaha untuk menjadi penyaji yang terbaik.
Penyaji yang terbaik diharapkan mampu membuat beberapa perubahan. Perubahan yang diharapkan, antara lain; (i) meningkatkan kompetensi yang dilatih, (ii) meningkatkan komitmen yang dilatih, (iii) menimgkatkan rasa memiliki disilpin ilmu yang dilatih, (iv) menumbuhkembangkan budaya literasi, dan (v) mampu mengubah mindset peserta yang dilatih.
semoga bermanfaat
Sabtu, 23 Juni 2018
MENAKAR KEBERHASILAN IBADAH DI BULAN RAMADHAN
Serial 2: Senang Membaca Al Qu’an
Oleh: Marjuki
Widyaiswara LPMP dan Ketua IGI
Jawa Timur
Bulan ramadhan merupakan bulan service jiwa
raga. mengapa demikian? Kita biasanya makan minum dan melakukan apa saja bebas
tanpa batasan dan aturan yang ketat. Akan tetapi sejak tanggal 1 bulan ramadhan
sudah mulai mengikuti aturan yang berlaku. Dalam bulan yang penuh barakah ini
semua amalan ada konsekuensi yang berlipat. Oleh karena setiap orang akan
berupaya keras untuk mendapatkan yang terbaik dan terbanyak. Semua amalan yang
baik akan dilipatgandakan pahala atau kebaiknnya.
Namun demikian, apakah semua manusia
tertarik dengan tawaran diobral pahala tersebut? Jika tertarik tentu saja tidak
akan dijumpai kriminalitas di bulan ramadhan. Tidak ada lagi yang meninggalkan
sholat, meninggalkan puasa. Ternyata masih bayak warung kikil, yaitu warung
yang hanya tampak kaki pembeli menikmati menu yang ada. Masih banyak muslim tanpa
malu-malu makan sambil berjalan-jalan di tempat umum. Masih banyak yang merokok
di kendaraan angkot, merokok di warung-warung kopi pada siang hari.
Hanya sedikit yang mau memanfaatkan momen ramadhan untuk menata ulang
jiwa raga yang selama ini banyak berkelepotan dosa. Salah satunya dengan
membiasakan membaca Al Qur’an setiap saat. Mengapa membaca Al Qur’an? Bulan Ramadhan merupakan bulan Al-Qur`an. Pada bulan
inilah Al-Qur`an diturunkan oleh Allah SWT, sebagaimana dalam firman-Nya.
“bulan Ramadhan,
bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur`an sebagai petunjuk bagi
manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu, dan pembeda (antara
yang haq dan yang bathil).” [Al-Baqarah : 185]. Di
antara amal ibadah yang sangat ditekankan untuk diperbanyak pada bulan Ramadhan
adalah membaca (tilawah) Al-Qur`anul Karim. Bulan Ramadhan menjadi kesempatan untuk
memperbanyak membaca Al-Qur’an.
Membaca Al-Qur’an menjadi keharusan, sebagaimana
sabda Rasulullah SAW. Dari shahabat Abu Umamah Al-Bahili radhiallahu ‘anhu : Saya mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
“Bacalah
oleh kalian Al-Qur`an. Karena ia (Al-Qur`an) akan datang pada Hari Kiamat kelak
sebagai pemberi syafa’at bagi orang-orang yang rajin membacanya.” [HR. Muslim 804]
Nabi Muhammad Saw. memerintahkan untuk membaca Al-Qur`an yang
bersifat mutlak. Membaca Al-Qur`an diperintahkan pada setiap waktu dan setiap
kesempatan. Lebih ditekankan lagi pada bulan Ramadhan. Nanti pada hari Kiamat,
Allah subhanahu wata’ala akan menjadikan pahala membaca Al-Qur`an sebagai
sesuatu yang berdiri sendiri, datang memberikan syafa’at dengan seizin Allah
kepada orang yang rajin membacanya. Tentu saja dalam hal ini tidak hanya
membaca dan menghafal. Melainkan memaknai dengan baik dan menerapkan dalam
kehidupan sehari-hari.
Memperbanyak membaca Al Qur’an ini dikenal
dengan istilah”Nderes Al Qur’an.” Nderes Al Qur’an dapat dilakukan setiap
selesai sholat wajib lima waktu. Kadang ditambah habis sholat dhuhah. Yang paling sering dilakukan secara serempak
dimana pun adalah setelah sholat tarawih yang dikenal dengan istilah “Darusan.”
Secara bergantian ada yang membaca dan ada yang menyimak. Kegiatan ini sangat
bagus untuk pembelajaran bersama. Saling belajar membaca dengan tartil dan
saling koreksi. Kebiasaan ini dapat membentuk komunitas belajar (learning community). Jika pesertanya
banyak dibentuk grup-grup darusan. Minimal ada grup laki-laki dan ada grup
wanita. Cara membaca waktunya bersama di satu tempat. Bisa juga dibaca apa
waktu yang beda. Misalnya grup laki-laki membaca saat malam habis terawih. Grup
perempuan membaca habis shubuh, dan seterusnya.
Bagi yang sudah memulai membaca Al Qur’an
merasa ada kenikmatan tersendiri. Awal membaca tentunya berat. Mau membuka Al Qur’an
masih menyempatkan buka Whatssap (WA). Setelah dilihat kok banyak pesan yang
belum dibuka. Bahkan sampai ratusan pesan. Mau tidak dibaca tetapi mencoba grup
mana yang dianggap penting. Pesannya harus dibaca setiap saat. Ketemu grup yang
penting, ternyata pesannya banyak dan minta dibaca. Jika tidak dibaca tanda
merahnya memanggil-manggil untuk segera dibaca. Dibaca satu, kok penting,
berikutnya juga penting. Akhirnya semua harus dibaca. Tidak terasa sudah satu
jam terlewatkan. Mau membaca wudhunya sudah batal. Akhirnya menunda tidak
membaca dulu. Mendunda membaca Al Qur’an menjadi keterusan.
Stop!!! Berhenti membaca WA. Hari ini harus
membaca Al Qur’an dulu. Membaca satu ayat rasanya tidak lancar. Lanjut ayat
berikutnya juga belum lancar. Berikutnya lagi mulai lancar dan seterusnya
menjadi lancar. Perasaan enak membaca Al Qur’an menjadi energi baru untuk
meneruskan membaca berikutnya. Energi ini membuat betah membaca bahkan bisa
ketagihan. Dari ketagiah membaca ini akan menjadi nikmat yang besar bagi
pembaca dan penghafal Al Qur’an. Sebagaimana Hadis Nabi Muhammad SAW. Nikmat mampu menghafal Al Qur’an sama
dengan nikmat kenabian, bedanya ia tidak mendapatkan wahyu, “Barangsiapa yang
membaca (hafal) Al Quran, maka sungguh dirinya telah menaiki derajat kenabian,
hanya saja tidak diwahyukan padanya.” (HR. Hakim). Sungguh luar biasa
nikmat bagi pembaca dan penghafal Al Qur’an. Masihkan kita
bermalas-masalan membaca Al Qur’an? Jika kita belum hafal dan keranjingan
membaca Al Qur’an, paling tidak kita merasa senang membaca Al Qur’an pasca
ramadhan. Semoga kita mendapat hidayah dan pertolongan Allah agar senang
membaca Al Qur’an. Aamiiin.
Gresik, 23 Juni 2018
To be
continued.
MENAKAR KEBERHASILAN IBADAH RAMADHAN
Serial Pertama (1): Aktif
Berjamaah
Oleh: Marjuki
Widyaiswara LPMP dan Ketua IGI Jawa Timur
Banyak yang dapat kita urai untuk menakar apakah puasa kita, ibadah
kita selama bulan ramadhan diterima atau tidak? Pertanyaan ini yang bisa
menjawab hanyalah diri kita masing-masing. Ini adalah pertanyaan sangat
individual. Orang lain tidak akan tahu, andaikan ada merasa merasa tahu, itu
karena sok tahu. Diri sendirilah yang paling bisa menakar keberhasilannya.
Mengapa hal ini perlu kita lakukan? Kita belajar muhasabah. Kita
diberi akal pikiran untuk mencoba menghitung dampak dari amal kita sendiri selama
bulan ramadhan. Kita jangan sampai termasuk orang yang merugi. Bulan ramadhan
dibilang bulan kawah candradimuka. Bulan penggemblengan. Bagaimana hasilnya? Mungkin
kita tidak tahu persis hanya Allah SWT yang paling, tahu karena Allah Maha
Tahu. Paling tidak kita bisa melihat dampak dari penggemblengan tersebut. Banyak
prilaku kita yang dapat dijadikan penanda (indicator) keberhasilan saat
berlatih di kawah candradimuka bulan ramadhan.
Selama bulan ramadhan kita semangat beribadah. Dengan harapan kita
dapat meningkatkannya di bulan yang mulia ini. Kita abaikan rasa lapar. Kita abaikan
rasa haus. Kita abaikan rasa kantuk. Kita berburu beramal sholih untuk mencari
keridhoan Allah SWT. Kita tidak peduli pagi, siang, sore, malam, bahkan dini
hari. Yang penting tenaga, pikiran, harta untuk perjuangan di jalan Allah. Semua
diniatkan lillahi ta’ala (karena Allah semata). Bukan untuk orang lain (pamrih
manusia). Semua orang berlomba dengan cara sendiri mencari ridlo-Nya di bulan
pemuh berkah.
Dalam bulan ramadhan kita semangat sholat berjamaah. Jika sampai di
masjid lebih awal merasa senang. Merasa senang karena bisa sholat tahiyatal
masjid, bisa ‘itikaf, bisa sholat sunnah rawatif. Datang di masjid minimal sebelum
Imam bertakbir. Hal ini dilaksanakan sedapat mungkin di tengah kesibukan kerja.
Lebih-lebih sebagai Aparatul Sipil Negara (ASN). Dalam kepadatan pekerjaan
masih bisa sholat berjamaah. Hal ini merupakan prestasi yang luar biasa. Merupakan
perjuangan yang tidak mudah, memerlukan kerja keras, kerja ikhlas, dan
keputusan yang tepat untuk bisa menyempatlkan sholat berjamaah. Terdengan suara
adzan langsung bergegas mengambil air wudhu bukan sebaliknya.
Kadang timbul pertanyaan. Mengapa ibadah termasuk sholat di bulan
ramadhan terasa ringan dan menyenangkan? Jawabannya tidak selalu sama. Setiap
individu jawabannya bisa berbeda-beda. Mereka memiliki alasan tersendiri sampai bisa sholat
berjamaah dengan ringan dan senang. Bisa jadi karena motivasi pahala. Jika ibadah
sunnah diberi pahala seperti ibadah wajib. Apalagi yang wajib pasti lebih besar
lagi. Mungkin juga saat beribadah merasa dilihat Allah sehingga
bersungguh-sungguh. Ada juga saat sholat merasa bisa berkomunikasi dengan Allah
SWT. Hal ini merupakan alasan yang luar biasa. Apa pun yang dilakukan demi
mencari ridlo Allah SWT. Alasan yang luar biasa tersebut membuat mereka semangat
dan senang sholat berjamaah.
Jika pembiasaan sholat berjamaah berhasil tentu saja akan membentuk
karakter yang kuat. Karakter kuat ini menjadi energy positif untuk beribadah
setelah bulan ramadhan. Hal inilah yang akan kita perjuangkan. Mampukah kita
mempertahankan kebiasaan yang baik selama bulan ramadhan untuk
diimplementasikan di bulan-bulan berikutnya? Imam Bukhari rahimahullah meriwayatkan di
dalam Shahihnya,”Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya, ‘Amal
apakah yang paling dicintai Allah?’. Maka beliau menjawab,”Yaitu yang paling
kontinyu, meskipun hanya sedikit.” Beliau juga bersabda, “Bebanilah diri kalian
dengan amal-amal yang mampu untuk kalian kerjakan.” (HR. Bukhari dalam Kitab
ar-Riqaq).
Melihat
hadits tersebut jelas bahwa Allah SWT sangat menyukai amal ibadah yang
dilaksanakan secara kontinyu secara istiqamah walapun sedikit. Ibadah apa pun
yang kita kerjakan walaupun tidak banyak tetapi secara istiqamah, amal ini
paling disukai Allah SWT. Misalnya selama bulan ramadhan kita rajin sholat
dhuhah dua rakaat. Kita sholat witir tiga rakaat, sholat rawatib dua rakaat. Pertanyaannya,
mampukah kita menjaga, memelihara ibadah kita yang sedikit rakaatnya secara
istiqamah di bulan berikutnya? Hanya kita yang dapat menjawabnya.
Gresik, 23 Juni 2018
To be continued
Kamis, 21 Juni 2018
MEMAKNAI HALAL BI HALAL DI LPMP JAWA TIMUR
Oleh:
Marjuki
Widyaiswara
LPMP & Ketua IGI Jawa Timur
Tepat tanggal
21 Juni 2018 berakhir masa cuti bersama. Kantor mulai masuk kerja. Di setiap pegawai selalu diworo-woro agar tidak telat.
Jam kerja sudah kembali normal seperti hari-hari biasa. Jam kerja pegawai
berbeda saat Ramadhan yang lebih pendek. Para pegawai bergegas berangkat.
Seperti biasanya jam kerja pertama hampir semua jalanan padat dan macet. Walaupun
demikian tidak sedikit yang terlambat.
Tepat pukul 08.00 WIB semua pegawai dan karyawan sudah memasuki Aula
Gaha Wiyata. Namun acara belum juga dimulai. Sepertinya ada yang ditunggu,
yaitu para pejabat dan undangan dari luar. Untung saja suasana tidak sepi karena diisi dengan lagu-lagu muansa religi, penyanyinya
dari luar yang diiringi dengan
elekton. Tepat pukul 08.40 WIB acara dimulai. Suasana menjadi hening dan
hidmat karena alunan ayat-ayat
Al Qur’anul Karim Surat Al Imran. Semua hadirin menyimak tenang (tumaknina) mungkin
meresapinya. Suara melengking
menambah merinding dan sakral bacaan ayat suci Al Qur’an. Bagi orang tertentu merasa
tratapan. Sesekali terdengar sahutan kata Allah.
Pukul 09.00 WIB Kepala LPMP Jawa Timur bapak Dr. H. Bambang Sesetyo, M.Pd., MM. menyampaikan
rasa terima kasih kepada hadirin terutama undangan para pejabat dari jajaran
Kemdikbud, yatiu Lembaga Sensor
Film (LSF) yang berkantor di LPMP Jawa Timur dan mantan
Pejabat LPMP serta para pensiunan
pegawai LPMP Jawa Timur. Kepala LPMP Jawa Timur dengan
kerendahan hati mohon maaf lahir batin. Semangat silaturrahim dan indahnya kesebersamaan dikobarkan melalui Halal Bi Halal. Dalam kesempatan tersebut Kepala LPMP
menyampaikan pesan terkait dengan kisah. Dulu di Arab ada orang perempuan gila yang memintal benang menjadi pintalan yang bagus dan kuat, akan tetapi setelah itu diurai kembali menjadi benang dan dipintal lagi dan seterusnya. Itulah orang gila.
Kisah tersebut ternyata ada dalam Al-Qur’an Surat An-Nahl: 92, “Dan janganlah kamu
seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan
kuat, menjadi cerai berai kembali, kamu menjadikan sumpah (perjanjian)mu
sebagai alat penipu di antaramu, disebabkan adanya satu golongan yang lebih
banyak jumlahnya dari golongan lain. Seungguhnya Allah hanya menguji kamu
dengan hal itu. Dan sesunggguhnya di hari kiamat akan dijelaskan-Nya kepadamu
apa yang dahulu kamu perselisihkan itu. Asbabun Nuzul atau sebab turunnya sayat tersebut sebagaimana
diriwayatkan Ibnu Abi Hatim dari Abu Bakar bin Abi Hafs, Sa’idah al-Asadiyah adalah wanita gila,
mengumpulkan rambut dan serat tanaman. Maka turunlah ayat tersebut.
Dari Ayat 92 Surat An-Nahl dapat dipetik pelajaran bahwa selama bulan Ramadhan kita telah
menata hati kita, pikiran kita, sikap kita, amal kita, takwa kita dengan baik. Kita
sudah merajut sedemikian rupa tanpa campur tangan syetan. Konon khabarnya selama
bulan ramadhan para syeitan
sedang diikat. Sikap, kepribadian, prilaku, akhlaq kita sudah terajut dengan
baik, sudah terpintal dengan kuat. Jangan diurai kembali setelah ramadhan. Jangan
dicerai berai lagi. Jangan dinodai lagi dengan dosa-dosa yang dianggap kecil, bisa jadi itu dosa besar. Jangan seperti orang gila sebagaimana yang dikisahkan dalam Surat An-Nahl tersebut.
Ini semua adalah tantangan dan sekaligus ujian sebagaimana dalam petikan
ayat,” Sesungguhnya Allah hanya menguji dengan hal itu
(Surat An-Nahl: 92).” Selama bulan ramadhan kita banyak istighfar memohon ampun
kepada Allah berharap semua dosa bisa diampuni, dicuci bersih, tidak ada noda
sedikitpun. kita juga membersih diri kita dengan membayar zakat fitrah, membersihkan
harta benda kita dengan membayar zakat mal zakat,
membersihkan pekerjaan kita dengan membayar zakat profesi dan
diakiri dengan halal bil halal, saling memberi dan meminta maaf pada sesama. Hal sangat mulia dan
indah. Berharap kita bersih dari noda dan dosa secara lahir dan batin, aamin.
Gresik, 23 Juni 2018
Jumat, 08 Juni 2018
HAKIKAT MENCUCI MOBIL DI BULAN RAMADHAN
Oleh:
Drs.
Marjuki, M.Pd.
Widyaiswara
LPMP Jawa Timur
Ketua
IGI Wilayah Jawa Timur
Merawat mobil tidak ada bedanya dengan merawat tubuh. Cuma berbeda dari
frekuensi dan kebutuhannya. Kita setiap hari bisa mandi minimal dua kali
sehari. Bagi pekerja keras yg bercucuran keringat bisa tiga kali sehari. Demikian
juga dengan jika jarang keluar rumah, nongkrong berhari-hari di garasi, tentu
saja dicuci dalam waktu lama dan seperlunya saja.
Pertanyaannya, mengapa harus dicuci? Tentu saja gampang-gampang sulit
untuk menjawabnya. Secara sederhana bisa saja dijawab agar bersih. Benarkah?
Jika jawaban yang simpel dan praktis masih perlu dipertanyakan. Hal ini
mengindikasikan perlu alternatif jawaban lebih dari satu dan masuk akal, baik
secara akademis maupun teknis. Untuk bisa menjawab ini perlu dieksplore lebih
dalam.
Secara akademis dapat dijelaskan bahwa mobil terus berinteraksi dengan
partikulat yang ada di sekitarnya. Mobil benda padat berukuran besar dalam
posisi diam dapat menarik partikulat yang dibawa udara. Partikulat berupa benda
padat, cair, maupun gas. Partikulat bisa terbang terbawa udara dapat terikat
dan melekat pada body mobil. Partikulat terikat tidak memilih tempat yang mana
untuk melekat. Partikulat dapat pada body mengotori cat dan tampar tidak
terawat. Partikulat dapat melekat pada kaca mobil. Tebalnya partikulat yang
menempel sangat mengganggu pandangan dan membuat tidak nyaman.
Secara teknis, partikulat yang sudah melekat dan melekat pada semua
permukaan mobil, jika tidak segera dibersihkan dapat mengakibatkan kerugian
lain. Partikulat yang menempel dari berbagai wujud baik padat, cair, maupun gas
akan menjadi agregat padat yang keras. Agregat yang padat keras jika dibiarkan
dalam waktu lama akan menjadi padat, keras, dan tajam. Agregat yang padat,
keras, dan tajam dapat menjadi bahan penggores cat dan film kaca. Cat yang
gilap dan kinclong akan buram dan tergores. Goresan akan menjadi keras jika ada
tekanan dari luar. Baik tekanan angin yang kencang atau mobil yang bergerak
kencang. Goresan juga bisa terjadi jika benturan benda padat. Hal ini akan
memperbesar terjadinya goresan.
Demikian juga pada diri kita. Tubuh kita juga perlu dicuci. Tubuh kita
yang dicuci bisa seluruh permukaan tubuh kita juga bagian dalamnya. Bagian
dalam tubuh kita yang perlu dibersihkan mulai dari mulut sampai perut. Bagian
mulut sudah biasa dibersihkan bersamaan saat mandi. Mencuci tubuh bagian perut perlu
dicuci dengan cara tersendiri. Cara
mencuci perut kita dengan berpuasa. Baik puasa Sunnah maupun wajib. Tidak
sedikit orang yang tidak tahu bahkan tidak menyadari kalau puasa itu bagian upaya
membersihkan kotoran, racun, zat-zat, timbunan partikulat yang merugikan
kesehatan manusia.
Banyak manfaat yang dapat digali dari puasa. Ibarat pabrik, perut kita setiap
hari menggiling makanan tanpa henti. Dapat dibayangkan betapa panasnya
organ-organ yang ada dalam perut kita. Dengan kerja tanpa henti. Kerja tanpa
jeda. Kerja tak kenal waktu akan banyak negatif yang ditimbulkannya. Dampak
negatif bisa berupa aus, menurunnya fungsi fisiologis organ. Dengan kerja tanpa
henti dapat membukakan penbundn produk samping yang dapat mengganggu proses
produktif berikutnya. Akibat toksisitas dalam tubuh tertimbun dan sulit diurai.
Dalam waktu lama sampai menahun akan menjadi penyakit yang sangat serius.
Puasa diperlukan untuk membakar lemak yang telah lama tertimbun dalam
tubuh kita. Terutama bagi tubuh yang mengalami obesitas. Bahkan puasa bisa
dijadikan teknik terapiyang murah meriah dan berpahala. Puasa dapat membuat
perut kita longgar, tidak banyak makanan yang mengisi perut. Sebagaimana yang
diajarkan nabi kita Muhammad Rasulullah SAW. Sebaiknya perut kita terbagi tiga.
Sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk air, dan sepertiga untuk udara. Selama
ini perut kita hampir penuh untuk makanan. Terutama saat perasmanan. Jika perut
penuh akan menjadi beban yang besar. Organ perut kita menjadi kwalahan dan
tidak sempurnanya prosesor pencernaan. Akibatnya banyak masalah sampingan
ditimbulkan.
Jadi mencuci mocuci mobil dan mencuci tubuh kita memilki kesamaan fungsi
dan tujuan. Semoga makin rajin mencuci mobil dan mencuci tubuh kita. Terutama
mencuci perut dengan cara berpuasa. Baik puasa Sunnah maupun puasa wajib (ramadhan).
Minggu, 03 Juni 2018
Jumat, 01 Juni 2018
PUASA TETAP SEMANGAT WONOSOBO-TEGAL
Oleh:
Drs. Marjuki, M.Pd.
Widyaiswara LPMP Jawa Timur
Ketua IGI Wilayah Jawa Timur
Tingkatkan semangat kerja di bulan Ramadhan yg penuh berkah ini.
Sekalipun lapar dan haus karena hatinya senang, puasa menjadi ringan. Perasaan
senang membuat energi kita berlipat. Sambil menikmati perjalanan jauh dari
Wonosobo ke Tegal tidak terasa capek dan letih. Pagi hari sudah menikmati udara
segar di Candi Arjuno Dieng.
Selain udaranya segar, bebas polusi,
cahaya matahari mampu menghangatkan kulit. Ini suatu keberkahan biasanya dingin
dan awan berkabut. Alhamdulillah hangat dan angin gunung yg semilir. Rasanya
betah di sana
Berdasarkan catatan sejarah, Kompleks
Candi Arjuna merupakan candi tertua di tanah Jawa. Diperkirakan kompleks candi
ini dibangun pada awal abad ke-9 Masehi. Hal ini diperkuat dengan bukti
penemuan sebuah prasasti dengan aksara jawa kuno pada sekitar tahun 731 Caka
(tahun 809 masehi) dan menjadi prasasti tertua yang disimpan di Galeri Museum
Nasional, Jakarta.
Tidak sulit untuk
menemukan lokasi kompleks Candi Arjuna yang secara geografis berada di dekat
garis perbatasan wilayah Kabupaten Banjarnegara dengan Kabupaten Wonosobo, Jawa
Tengah. Papan nama penujuk jalan menuju Kompleks Candi Arjuna banyak terlihat
di setiap sisi jalan di kawasan dataran tinggi Dieng untuk memandu para
wisatawan yang hendak berkunjung ke kompleks candi peninggalan era Dinasti
Sanjaya ini.
Puas di candi Arjuno, langsung
bergegas ke Kawah Dieng atau dikenal dgn nama Kawah Sikidang. Kawah
Sikidang juga tinggi akan kandungan sulfur atau belerang serta zat beracun
lainnya. Oleh sebab itu bau gas yang keluar sangat menyengat dan beracun. Untuk
itu itu, jika berwisata ke Kawah Sikidang, disarankan untuk memakai masker atau
penutup mulut lainnya, disamping itu harus mematuhi rambu-rambu yang tertera di
dekat kawah yang melarang pengunjung untuk menyalakan api atau membuang puntung
rokok ke dalam kawah. Api yang mengenai zat-zat dari gunung berapi bisa memicu
ledakan dan kebakaran.
Sekalipun bahu belerang
menyengat tidak menghalangi pengunjung mendekat. Tiap hari ramai dikunjungi
oleh wisatawan terutama hari Sabtu, Minggu dan hari2 libur Nasional. Selain
menjadi tempat wisata juga menjadi mata pencaharian masyarakat sekitarnya.
Setiap hari mobil lalu lalang mengangkut belerang padat.
Secara ekonomi masyarakat
sekitar terdongkrak oleh aktivitas kawah Sikadang Dieng. Subhanallah ini
karunia dari Allah SWT yang diberikan kepada masyarakat Dieng dan sekitarnya.
Semoga tambah besar rasa syukurnya. Aamiiin.
Langganan:
Postingan (Atom)





